3 Pendekatan Ma'had Aly Hadirkan Perkuliahan Ekonomi Syariah bagi Mahasantri
Senin, 29 Juni 2026 | 06:00 WIB
Pengajar Ekonomi Syariah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Abdul Mujib saat di Ma'had Aly Krapyak Ali Maksum, Yogyakarta, Sabtu (27/6/2026). (Foto: NU Online/Lukman)
Yogyakarta, NU Online
Pembelajaran ekonomi syariah di Ma'had Aly dapat dilakukan melalui tiga pendekatan dalam pengembangan kurikulumnya. Hal ini disampaikan Abdul Mujib, pengajar ekonomi syariah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Sabtu (27/6/2026).
Pertama, terangnya, pembelajaran ekonomi syariah di Ma'had Aly dapat dilakukan dengan mengintegrasikan studi kasus di dalam setiap materi.
Pembelajaran juga dapat dilakukan melalui kuliah tamu dengan mengundang pakar untuk menyampaikan materi khusus kepada para mahasantri.
"Bisa mengundang pakar masuk dalam Ma'had Aly untuk menyampaikan, lalu mengundang mahasantri untuk berdiskusi secara penuh dengan pakarnya," katanya dalam Halaqah Penguatan Kurikulum Ma'had Aly di Ma'had Aly Krapyak Ali Maksum, Yogyakarta.
Sebagai contoh, tema isu keuangan haji jika didiskusikan dengan menghadirkan Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
"Kita bisa mengintegrasikannya dengan contoh maksimalisasi dana haji. Ini bisa menjadi bagian dari diskusi. Contoh penggunaan reksadana. Bisa kita hadirkan tim dari BPKH untuk menyampaikan itu bercerita tentang bagaimana mekanisme ketika dia masuk pada reksadana," katanya.
Maksimalisasi dana haji paling populer dilakukan secara aman melalui sukuk negara. Alasan BPKH memilih investasi ini dapat menjadi tema diskusi.
"Parameter dari mahasantri ketika berdiskusi ini tentang kepastian hukum dari proses sukuk ini yang diambil dan diaddopt oleh BPKH sebagai salah satu instrumen maksimalisasi dananya," katanya.
Bukan hanya itu, diskusi juga dapat berkembang pada besaran manfaat sukuk bagi pengembangan dana jamaah haji hingga nilai keadilan di dalam proses ini.
"Ini tema diskusi menarik, kasus maksimalisasi dana haji. Ini bisa diintegrasikan dalam setiap sesi mata kuliah atau beberapa mata kuliah yang dipilih, terutama terkait dengan maqashid atau ushul fiqih," jelasnya.
Sebab, lanjutnya, mahasantri Ma'had Aly memiliki banyak komponen ushul fiqihmya sehingga item-item itu bisa diintegrasikan.
Jika tidak keduanya, pembelajaran ekonomi syariah dapat menghadirkan mata kuliah khusus, misalnya fiqh ekonomi kontemporer sebagai salah satu mata kuliah dengan kitab-kitab kontemporer sebagai bahan kajiannya.
"Kalau ada mata kuliah fiqih peradilan, kenapa tidak menghadirkan mata kuliah fiqih iqtishadi al-muashir," ujarnya.
"Tiga kerangka kerja ini bisa dipakai oleh teman-teman pengelola Ma'had Aly, bagaimana mengupskill wawasan ekonomi syariah bagi teman-teman mahasantri di Ma'had Aly," pungkasnya