Anak Krakatau, Merapi, dan Semeru Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Jauhi Kawasan Rawan Bencana
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:00 WIB
Jakarta, NU Online
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas tiga gunung api di Indonesia yang masih berstatus Level III atau Siaga. Ketiga gunung tersebut adalah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang disampaikan BNPB, hingga Jumat (30/10/2026) pukul 06.00 WIB, ketiga gunung tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.
Berton menyampaikan bahwa Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu gunung api yang mendapat perhatian khusus. Masyarakat, wisatawan, dan nelayan diminta tidak mendekati kawasan berbahaya di sekitar gunung tersebut karena terdapat potensi aliran lava, lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga erupsi.
“Kami juga perlu mengimbau dan merekomendasikan masyarakat, wisatawan, maupun pelaut agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau sesuai dengan petunjuk resmi dari BPBD maupun PVMBG,” ujar Berton.
BNPB secara khusus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
Sementara itu, Gunung Merapi juga masih berstatus Siaga dengan potensi bahaya berupa awan panas guguran, guguran lava, dan lontaran material vulkanik. BNPB meminta masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Merapi meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras.
Berton mengatakan, kondisi tersebut dapat memicu aliran lahar hujan. Selain itu, awan panas guguran berpotensi terjadi sewaktu-waktu.
Ia menyebut enam sungai yang perlu diwaspadai, yakni Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Woro, dan Gendol.
“Ada waspada bahaya lahar hujan di hulu sungai di saat hujan deras serta awan panas guguran yang berpotensi dapat terjadi sewaktu-waktu,” katanya.
Adapun Gunung Semeru di Jawa Timur juga masih berstatus Level III atau Siaga. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini memiliki potensi bahaya berupa awan panas guguran, aliran lava, lontaran batu pijar, hingga lahar hujan.
BNPB meminta masyarakat menghindari aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer serta menjauhi kawasan dalam radius 500 meter dari sempadan sungai.
“Untuk Gunung Semeru, kami juga memberikan rekomendasi atau imbauan. Hindari aktivitas sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer serta radius 500 meter dari sempadan sungai,” kata Berton.