Jakarta, NU Online
Tawaf merupakan salah satu rukun haji dan umrah. Melaksanakan tawaf merupakan hal wajib dalam pelaksanaan ibadah tersebut. Karenanya, jika ditinggal, haji dan umrahnya dinilai tidak sah.
Baca Juga
Lafal Niat Shalat Sunnah Tawaf
Ustadz Alhafiz Kurniawan menjelaskan bahwa tawaf merupakan ibadah yang dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Sebagaimana shalat, tawaf harus dilakukan dalam keadaan suci, baik dari hadas besar maupun kecil. Dalam arti, pelaksanaan tawaf harus dilakukan dengan memiliki wudhu.
Perintah tawaf ini, jelas Ustadz Alhafiz, dapat ditemukan pada Surat Al-Hajj ayat 29, “Hendaknya mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).”
Ustadz Alhafiz juga menganjurkan jamaah haji dan umrah yang hendak bertawaf agar memulainya dengan membaca doa khusus. Hal ini sebagaimana termaktub dalam kitab Al-Idhah fi Manasikil Haji pada Hasyiyah Ibni Hajar alal Idhah dikutip NU Online dari artikelnya yang berjudul Doa Memulai Tawaf Mengelilingi Ka'bah pada Jumat (1/5/2026).
Baca Juga
Ini Penjelasan Lengkap Seputar Tawaf
Adapun doa yang dimaksud adalah sebagai berikut.
بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ إيمَانًا بِكَ وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِك وَوَفَاءً بِعَهْدِك وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيّك مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Bismillāhi wallāhu akbar. Allāhumma īmānan bika, wa tashdīqan bi kitābika, wa wafā’an bi ‘ahdika, wattibā‘an li sunnati nabiyyika Muhammadin shallallāhu ‘alayhi wa sallama.
Artinya, “Dengan nama Allah, Allah maha besar. Ya Allah, (aku bertawaf) karena keimanan kepada-Mu, kepercayaan terhadap kitab suci-Mu, pemenuhan terhadap janji-Mu, dan kepatuhan terhadap sunnah nabi-Mu Muhammad saw.”
"Doa ini berisi kalimat yang sangat baik dalam memulai ibadah tawaf. Tidak harus menghafal untuk membaca doa ini. Doa ini dapat dibaca dengan melihat teksnya," pungkas Ustadz Alhafiz.