Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
Rabu, 10 Juni 2026 | 10:20 WIB
Jakarta, NU Online
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia pernah memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikan harga BBM Subsidi dan LPD Subsidi hingga 31 Desember 2026 mendatang. Hal itu disampaikannya dalam sambutan di Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957, di Hotel Merlynn Park, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026) lalu.
"Saya mengulangi lagi bahwa urusan BBM subsidi, LPG subsidi, insyaallah doakan tidak akan kita naikkan sampai dengan 31 Desember," jelasnya.
Saat itu ia mengungkapkan bahwa selama ini terdapat banyak usulan untuk menaikkan harga energi. Namun, menurutnya, pemerintah memilih tidak menaikkan harga tersebut guna menjaga daya beli masyarakat.
"Saya katakan bahwa sudah saatnya pada saat kondisi global yang tidak menentu, kondisi global yang tidak terlalu baik-baik saja. Kita pemerintah atas arahan Bapak Presiden, dan sekaligus sebagai kader Partai Golkar, sudah selayaknya harus berpihak betul kepada rakyat, karena itu subsidi kita tidak naikkan," tegasnya.
Namun, belum genap seminggu, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) kini dipatok Rp16.250 per liter yang berlaku mulai Rabu (10/6/2026).
Selain itu, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan harga dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Turbo tidak berubah dan tetap dijual Rp20.750 per liter, sama seperti yang berlaku pada penyesuaian 1 Juni 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Robert dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).
Robert menyampaikan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi diputuskan dengan mengacu pada mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan harga minyak dunia dan harga pasar perekonomian.
Pertamina juga memastikan keamanan pasokan BBM di jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina di seluruh Indonesia.
"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina,” ucap Roberth.
Berikut harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026:
- Solar Subsidi (Biosolar): Rp6.800 per liter
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
- Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter (sebelumnya Rp12.300 per liter)
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp17.000 per liter (sebelumnya Rp12.900 per liter)
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp20.750 per liter
- Dexlite (CN 51): Rp23.000 per liter
- Pertamina Dex (CN 53): Rp24.800 per liter