Nasional

BNPB: Korban Bencana di Sumatra Tembus 1.059 Jiwa, Pengungsi Didominasi Perempuan

Kamis, 18 Desember 2025 | 13:30 WIB

BNPB: Korban Bencana di Sumatra Tembus 1.059 Jiwa, Pengungsi Didominasi Perempuan

Kondisi di Agam, Sumbar beberapa waktu lalu. (Foto: dok PCNU Agam)

Jakarta, NU Online

Memasuki hari ke-24 pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) per Selasa (16/12/2025) pukul 11.30 WIB, total korban meninggal dunia mencapai 1.059 jiwa.


Kabupaten Agam tercatat sebagai wilayah dengan jumlah korban meninggal tertinggi, yakni 184 jiwa, disusul Kabupaten Aceh Utara sebanyak 166 jiwa.


BNPB juga mencatat, titik pengungsian di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara mencapai 190 lokasi. Jumlah pengungsi sebanyak 106.300 orang, dengan komposisi didominasi perempuan sebanyak 55.725 orang, sementara laki-laki berjumlah 50.575 orang.


Secara keseluruhan, rekapitulasi dampak bencana menunjukkan sebanyak 514,2 ribu warga mengungsi. Hingga kini, 52 kabupaten/kota masih terdampak, dengan 192 orang dilaporkan masih hilang dan sekitar 7 ribu orang mengalami luka-luka.


Kerusakan permukiman tercatat mencapai 147.236 unit rumah, terdiri atas 44.051 unit rusak berat, 29.809 unit rusak sedang, dan 73.376 unit rusak ringan. Selain itu, kerusakan infrastruktur meliputi sekitar 1.600 unit fasilitas umum, 219 fasilitas kesehatan, 967 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung/kantor, serta 145 unit jembatan.


Kondisi di Aceh

Di Provinsi Aceh, total korban meninggal dunia mencapai 451 jiwa. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan korban tertinggi, yakni 166 jiwa, disusul Aceh Tamiang 85 jiwa dan Aceh Timur 53 jiwa.


Jumlah warga luka-luka tercatat sekitar 4,3 ribu orang, sementara 31 orang masih dinyatakan hilang. Pengungsi di Aceh mencapai 493,8 ribu warga, dengan 18 kabupaten/kota masih terdampak.


Kerusakan rumah di Aceh mencapai 106.060 unit, terdiri atas 36.330 unit rusak berat, 22.951 unit rusak sedang, dan 46.779 unit rusak ringan. Infrastruktur yang rusak meliputi sekitar 1.100 fasilitas umum, 691 fasilitas pendidikan, 153 fasilitas kesehatan, 261 gedung/kantor, 210 rumah ibadah, serta 36 unit jembatan.


Kondisi di Sumatra Utara

Di Provinsi Sumatra Utara, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 364 jiwa. Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan korban terbanyak, yakni 131 jiwa, diikuti Tapanuli Selatan 86 jiwa dan Kota Sibolga 54 jiwa.


Sebanyak 75 orang masih dalam pencarian, sementara korban luka-luka mencapai sekitar 2,3 ribu orang. Sebanyak 18 kabupaten/kota masih terdampak, dengan 16,1 ribu warga masih mengungsi, terutama di wilayah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.


Kerusakan infrastruktur meliputi 80 fasilitas umum, 60 fasilitas pendidikan, 63 unit jembatan, satu fasilitas kesehatan, dan 19 rumah ibadah. Sementara itu, jumlah rumah rusak mencapai 28.725 unit, terdiri atas 5.162 unit rusak berat, 3.899 unit rusak sedang, dan 19.664 unit rusak ringan.


Kondisi di Sumatra Barat

Di Provinsi Sumatra Barat, korban meninggal dunia mencapai 244 jiwa, dengan Kabupaten Agam mencatat angka tertinggi, yakni 184 jiwa. Korban hilang masih tercatat sebanyak 86 orang, korban luka-luka 382 orang, dan sekitar 4,3 ribu warga Kabupaten Agam masih mengungsi.


Bencana tersebut berdampak pada 16 kabupaten/kota. Total rumah rusak mencapai 12.451 unit, terdiri atas 2.559 unit rusak berat, 2.959 unit rusak sedang, dan 6.933 unit rusak ringan. Kerusakan infrastruktur meliputi 486 fasilitas umum, 65 fasilitas kesehatan, 216 fasilitas pendidikan, 205 rumah ibadah, 29 gedung/kantor, serta 46 unit jembatan.


============

Para dermawan bisa donasi lewat NU Online Super App dengan mengklik banner "Darurat Bencana" yang ada di halaman Beranda atau via web filantropi di tautan berikut: filantropi.nu.or.id.