Ketua PWNU Aceh Dorong Relokasi Pengungsi Pascabencana Banjir Harus Tuntas sebelum Lebaran 2026
NU Online · Sabtu, 28 Februari 2026 | 23:15 WIB
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Banda Aceh, NU Online
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra menargetkan seluruh pengungsi yang masih bertahan di tenda darurat di Aceh dan Sumatra Utara dapat direlokasi ke hunian yang lebih layak sebelum Idul Fitri 2026.
Target tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, yang membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi terdampak.
Ketua Satgas PRR Pasca Bencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan percepatan relokasi menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menyebutkan, sebelum Lebaran 2026 diharapkan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda darurat.
“Targetnya sebelum Idulfitri, seluruh penyintas sudah menempati hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), atau menerima dana tunggu hunian,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Berdasarkan data Satgas PRR per 27 Februari 2026, dari lebih dari dua juta warga terdampak pada fase awal bencana, kini tersisa 11.307 jiwa yang masih berada di tenda pengungsian. Sebanyak 10.394 jiwa berada di Aceh dan 913 jiwa di Sumatera Utara. Sementara Sumatera Barat dilaporkan telah bebas dari pengungsi tenda darurat.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mempercepat pembangunan huntara dan huntap. Dari target 18.253 unit huntara di tiga provinsi, sebanyak 10.498 unit atau 57 persen telah terealisasi. Sementara itu, pembangunan huntap masih berjalan dengan 1.363 unit dalam proses dari total target 36.669 unit.
Di Aceh, percepatan relokasi dinilai mendesak karena Ramadan dan Idulfitri merupakan momentum penting bagi keluarga penyintas. Tinggal di tenda darurat dalam waktu lama dinilai tidak lagi layak, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan yang membutuhkan hunian lebih aman dan akses sanitasi memadai.
Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali, menyatakan dukungannya terhadap percepatan relokasi tersebut. Ia menilai kerja-kerja kebencanaan harus menjadi perhatian bersama, termasuk oleh organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.
“Target nol pengungsi tenda sebelum Lebaran harus benar-benar diwujudkan. Relokasi tidak hanya soal memindahkan warga, tetapi memastikan mereka tinggal di tempat yang aman, layak, dan bermartabat,” ujar Abu Sibreh, Sabtu (28/2/2026).
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar proses relokasi berjalan tepat sasaran dan memprioritaskan kelompok paling rentan.
Satgas PRR menyebut koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat, termasuk dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terdampak.
Pemerintah berharap percepatan pembangunan hunian dan penyaluran bantuan dapat selesai sesuai jadwal, sehingga para penyintas dapat menyambut Idul Fitri 2026 di tempat tinggal yang lebih layak dan manusiawi. Target “nol pengungsi tenda” kini menjadi indikator utama keberhasilan fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Ramadhan dan Kesempatan yang Tidak Selalu Terulang
2
Keluar Mani yang Tidak dan Membatalkan Puasa
3
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
4
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
5
Kultum Ramadhan: Keutamaan Tarawih dan Witir
6
Khutbah Jumat: 4 Cara Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Ibadah
Terkini
Lihat Semua