Nasional

Bus Shalawat Dihentikan Sesaat Mulai Jumat untuk Penataan Transportasi Menuju Puncak Haji

Kamis, 21 Mei 2026 | 21:00 WIB

Bus Shalawat Dihentikan Sesaat Mulai Jumat untuk Penataan Transportasi Menuju Puncak Haji

Bus shalawat. (Foto: MCH)

Makkah, NU Online 

Puncak haji kian dekat. Layanan bus shalawat dihentikan sesaat. Hal ini mulai berlaku mulai hari Jumat (22/5/2026) pukul 18.00 WIB hingga Ahad (31/5/2026) pukul 01.00 WIB.


"Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, serta penataan transportasi jamaah menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” kata Ichsan Marsha, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, di Makkah, Kamis (21/5/2026).


Meski demikian, Kemenhaj memastikan akan memfasilitasi keberangkatan dan kepulangan jamaah yang belum melaksanakan umrah wajib dari dan menuju Masjidil Haram.


“Bagi jamaah yang belum melaksanakan umrah wajib, tetap akan difasilitasi keberangkatannya menuju Masjidil Haram dan kepulangan ke hotel oleh PPIH. Kami mengimbau jamaah memperhatikan jadwal ini dan menyesuaikan aktivitas ibadah maupun mobilitas masing-masing,” tutur Ichsan.


Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak memaksakan diri bepergian jauh menjelang puncak haji. Menurutnya, saat ini jamaah perlu mulai menghemat tenaga dan fokus mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah di Armuzna.


“Menjelang Armuzna, kami kembali mengingatkan seluruh jamaah agar mulai menghemat tenaga. Kurangi aktivitas yang tidak mendesak, perbanyak istirahat, jaga pola makan, minum air yang cukup, serta ikuti arahan petugas kloter, pembimbing ibadah, dan petugas sektor,” katanya.


Ichsan turut mengajak jamaah dan petugas untuk saling peduli, terutama terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Kepedulian bersama dinilai penting untuk mencegah jamaah tersesat atau terpisah dari rombongan.


“Kami mengimbau jamaah dan petugas untuk saling memperhatikan. Sapa dan tanya jamaah yang berjalan atau keluar sendirian. Jika tujuannya tidak jelas, antarkan dan laporkan kepada petugas terdekat. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian dapat mengurangi kemungkinan jemaah hilang atau terpisah dari rombongannya,” ujar Ichsan.


Berdasarkan data operasional per 20 Mei 2026, sebanyak 513 kloter dengan 197.876 jamaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.