DPR Nilai Masih Ada Catatan dalam Layanan Haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Jumat, 5 Juni 2026 | 12:00 WIB
Jakarta, NU Online
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyatakan pelaksanaan ibadah haji 2026 menunjukkan kemajuan dibandingkan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, DPR RI masih mencatat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, khususnya terkait pelayanan jamaah di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Penilaian tersebut disampaikan Cucun berdasarkan hasil pemantauan sementara Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI yang melakukan pengawasan langsung terhadap penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi.
“Alhamdulillah, jika kita membandingkan dari tahun ke tahun, harus disampaikan secara jujur bahwa pelaksanaan haji tahun ini telah menunjukkan lompatan transformasi yang cukup baik,” kata Cucun kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, sejumlah perubahan dalam tata kelola dan pelayanan haji mulai menunjukkan hasil positif. Kendati demikian, penyelenggaraan ibadah haji tetap menghadapi berbagai tantangan yang tidak selalu dapat diprediksi sejak awal.
Karena itu, Timwas Haji DPR masih menemukan sejumlah persoalan di lapangan yang memerlukan perhatian serius dari penyelenggara, terutama pada fase puncak pelaksanaan ibadah haji.
“Pelaksanaan haji itu masih memiliki banyak faktor yang tidak terduga. Misalnya, ada kejadian di tempat penampungan jamaah di Mina yang fasilitasnya belum terpenuhi secara memadai,” ujarnya.
Ketua Timwas Haji DPR RI itu menegaskan bahwa kualitas layanan di kawasan Armuzna menjadi tolok ukur utama keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji. Sebab, kawasan tersebut merupakan titik paling krusial yang menentukan kenyamanan dan keselamatan jamaah saat menjalankan rangkaian ibadah wajib haji.
Meski mengakui adanya kemajuan dibanding tahun sebelumnya, DPR masih menemukan sejumlah catatan yang akan menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah dan pihak terkait.
“Indikator kesuksesan haji itu adalah Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Di titik itu kami masih memiliki sejumlah catatan,” ucap Cucun.
Ia menjelaskan, seluruh temuan yang dihimpun selama masa pengawasan akan dibahas secara komprehensif setelah operasional haji selesai. DPR berencana menggelar rapat evaluasi bersama seluruh pemangku kepentingan guna merumuskan langkah perbaikan untuk penyelenggaraan haji pada tahun-tahun mendatang.
“Nanti setelah seluruh rangkaian selesai, Timwas DPR RI akan melakukan rapat evaluasi bersama para pemangku kepentingan. Hasil pengawasan tersebut juga akan kami sampaikan dalam rapat paripurna,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengapresiasi seluruh jamaah haji Indonesia yang telah kooperatif dan tertib mengikuti arahan petugas selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah dalam menjalani rangkaian ibadah haji. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga jamaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur,” tutur Gus Irfan di Makkah, Minggu (31/5/2026).