Nasional

Dua Tahun Pimpin Pemerintah, Prabowo Minta Kabinet Berani dan Tegas Hadapi Krisis Global

Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Dua Tahun Pimpin Pemerintah, Prabowo Minta Kabinet Berani dan Tegas Hadapi Krisis Global

Presiden Prabowo saat sidang kabinet paripurna 2 tahun masa pemerintahan di Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Foto: tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, NU Online

Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih bersikap berani dan tegas menghadapi tantangan krisis global demi menyelamatkan kekayaan negara. 


Hal itu disampaikan dalam pengarahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).


Menurut Prabowo, pemerintah menerima mandat rakyat pada situasi yang menuntut keberanian menghadapi berbagai kesulitan.


"Kita menerima mandat dari rakyat dalam situasi dan waktu yang memaksa kita untuk menghadapi tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan dengan berani. Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau terlalu berusaha untuk menyenangkan orang lain. Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan, menghadapi kenyataan yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia," ujarnya saat membuka sidang.


Prabowo menyampaikan apresiasi kepada para menteri dan kepala lembaga atas kerja sama selama dua tahun pemerintahannya. Ia menilai jajaran kabinet telah menunjukkan pengabdian dan hasil kerja yang konkret.


"Saudara-saudara bergabung di sini adalah panggilan sejarah, saudara terpanggil untuk berbakti kepada negara dan bangsa, dan rakyat Indonesia. Saudara-saudara sudah mengerti dan sudah paham bahwa mengabdi di bidang pemerintahan adalah sesungguhnya pengorbanan. Saya sekarang bangga menjadi pemimpinmu. Saya bangga menjadi presidenmu. Saya bangga telah memimpin pemerintah ini, karena dalam dua tahun kita telah bekerja dengan hasil yang nyata," katanya.


Prabowo juga menyinggung kondisi geopolitik global yang dinilainya diwarnai persaingan hegemoni antarnegara besar. Menurutnya, dinamika itu berdampak pada semua negara karena dunia saling terintegrasi.


"Kita berada dalam kondisi global yang ditandai oleh persaingan hegemoni dunia antara kekuatan-kekuatan besar. Kondisi global ini mau tidak mau akan mempengaruhi semua negara, karena dunia kita sudah saking terintegrasinya, kita saling bergantung satu sama lain," kata Prabowo.


Selain itu, ia memaparkan tantangan geografis Indonesia yang berada di kawasan cincin api (ring of fire) dan menghadapi risiko perubahan iklim global. Namun, menurutnya, kondisi tersebut juga membawa keuntungan, yakni tanah yang relatif subur dan mineral bernilai ekonomi.


"Walaupun kita berada di lingkaran api, lingkaran api ini juga menghasilkan tanah yang relatif subur, kemudian mineral-mineral yang sangat berharga. Inilah yang juga merupakan kekuatan nasional kita," kata Prabowo.