Jakarta, NU Online
Ketua Dewan Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta, Agus Muhammad mengatakan terdapat enam topik radikal yang paling populer atau paling banyak ditemukan pada khutbah Jumat di masjid-masjid pemerintah.
Keenam topik tersebut adalah ujaran kebencian, sikap negatif terhadap agama lain, sikap positif (penerimaan) terhadap paham khilafah, sikap negatif terhadap kaum minoritas, kebencian kepada minoritas, dan sikap negatif terhadap pemimpin perempuan.
Keenam topik juga didasarkan pada tiga level radikalisme, yakni rendah, sedang, dan tinggi. Rendah artinya secara umum cukup moderat tetapi berpotensi radikal. Kategori sedang artinya tingkat radikalismenya cenderung sedang, misalnya dalam konteks intoleransi, khatib setuju tapi tidak sampai memprovokasi jamaah untuk bertindak intoleran.
(Baca: PBNU Minta Pemerintah Awasi Masjid dari Khutbah Radikal)
Sedangkan kategori tinggi adalah level teratas di mana khatib bukan sekadar setuju, tetapi juga memprovokasi umat agar melakukan tindakan intoleran.
“Pada ujaran kebencian level tinggi seperti melakukan provokasi bahwa kaum kafir menyerang kaum Muslim, provokasi konspirasi bahwa Islam diserang berbagai kekuatan, provokasi bahwa umat Islam dimusuhi dan diperangi, menghina orang kafir, menghina orang yang tidak percaya kepada Allah, menghina orang yang ziarah kubur," kata Agus pada konferensi pers hasil penelitian P3M dan Rumah Kebangsaan di Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta Pusat, Ahad (8/7).
(Baca: Peneliti Dorong Ormas Moderat Cegah Radikalisme di Masjid Pemerintah)
Contoh konten radikal tingkat sedang terkait sikap negatif terhadap agama lain di antaranya memusuhi kelompok lain, menerima dengan terpaksa, membuat stigma negatif terhadap agama lain. Tuduhan terhadap Syiah telah memalsukan 400 hadist juga merupakan temuan ujaran kebencian pada konten radikal tingkat sedang.
Adapun contoh penerimaan terhadap khilafah pada level sedang adalah menerima sistem demokrasi tapi setuju dengan gagasan khilafah. Menyindir agama lain dan sikap negatif terhadap agama lain menjadi contoh sikap negatif terhadap agama lain pada level radikal rendah.
(Baca: Memakmurkan Masjid Tak Sekadar Ramaikan Shalat Berjamaah)
Penelitian tersebut dilakukan terhadap khutbah yang disampaikan khatib pada setiap pelaksanaan shalat Jumat selama empat minggu, dari tanggal 29 September hingga 21 Oktober 2017. Terdapat 100 masjid di Jakarta yang diteliti. Seratus masjid terdiri dari 35 masjid kementerian, 28 masjid lembaga, dan 37 masjid BUMN. Dari 100 masjid yang diteliti, 41 di antaranya terindikasi menyebarkan konten radikal melalui khutbah Jumat. (Kendi Setiawan)