Kemah Mahabbah Pandu Maarif NU Se-Sulawesi Barat Digelar 4 Hari di Majene
NU Online · Jumat, 18 September 2026 | 09:00 WIB
Majene, NU Online
Pandu Maarif Nahdlatul Ulama (NU) menggelar Scout Camp atau Kemah Mahabbah Pandu Maarif NU se-Sulawesi Barat di Lapangan Buruk' Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Kamis-Ahad, 17-20 September 2026.
Kegiatan tersebut dibuka Ketua Umum Pandu Maarif NU Nasional Mujiburrohman pada Kamis (17/9/2026). Kemah Mahabbah mengusung tema Pandu Maarif NU Hebat, NKRI Kuat.
Mujiburrohman mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menyatukan keberagaman dalam kebersamaan sekaligus membentuk karakter peserta agar lebih mandiri, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Pertama, kemah ini bisa menyatukan keberagaman dalam kebersamaan sebagai nilai kemanusiaan, karena fitrah manusia saling membutuhkan. Kedua, kemah ini membentuk karakter mandiri, inovasi, kebersamaan, saling menghargai, dan saling tolong-menolong,” kata Mujiburrohman saat membuka kegiatan dalam rilis yang diterima NU Online.
Ia berharap peserta Kemah Mahabbah dapat menjadi generasi pilihan yang berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kegiatan kepramukaan menjadi salah satu ruang pembentukan karakter di tengah penggunaan gawai dan media sosial yang semakin masif.
“Adik-adik yang ikut kemah ini menjadi pemenang generasi emas 2045, di mana adik-adik yang lain sibuk dengan gadget-nya yang berseliweran di media sosial yang tidak mendidik,” ujarnya.
Bekal Karakter Menuju Indonesia Emas
Majelis Pembimbing Daerah Pandu Maarif NU Sulawesi Barat, H Adnan Nota, menyampaikan apresiasi pelaksanaan Kemah Mahabbah tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pandu Maarif NU Nasional dan Pandu Maarif NU Sulawesi Barat atas terselenggaranya kegiatan.
“Adik-adikku peserta Kemah Mahabbah, tahun 2045 Indonesia Emas. Sampaikan Pandu Maarif NU sampai tahun 2045. Modalnya memiliki karakter, berilmu, etika, birrul walidain, maka sampai 2045,” katanya.
Menurut Adnan, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan. Peserta juga perlu dibekali karakter, life skill, kemandirian, kemampuan bersosialisasi, serta semangat gotong royong.
“Ilmu tidak menjadi kebutuhan semata. Jiwa karakter dan memiliki life skill, pembinaan karakter kemandirian, improvisasi, sosialisasi, gotong royong, itu ada dalam kepramukaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan kepramukaan harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga membentuk karakter peserta.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Majene H. Ardiansyah mengingatkan peserta untuk memaknai tema mahabbah atau cinta melalui kepedulian terhadap diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan.
“Temanya mahabbah, cinta dirinya, cinta sesama manusia, lingkungan, jaga kesehatan, tingkatkan skill kepramukaan dan silaturahmi. Terakhir, jangan tinggalkan volume sampah, jaga kebersihan seperti sedia kala,” katanya.
Diikuti 1.275 Peserta
Kemah Mahabbah Pandu Maarif NU merupakan hasil kerja sama Pandu Maarif NU Daerah Sulawesi Barat dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat.
Ketua Pandu Maarif NU Kalimantan Barat, Asis Nota, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 1.275 peserta pramuka dari berbagai wilayah di Sulawesi Barat serta 125 pembina pendamping.
“Kemah ini merupakan kerja sama Pandu Maarif NU Daerah Sulbar dengan Kantor Kemenag Provinsi Sulawesi Barat, mengambil tema Pandu Maarif NU Hebat, NKRI Kuat,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal dan Pengurus Pandu Maarif NU Nasional, Soleh Abwa dan Tata Setiawan.
Kemah Mahabbah dijadwalkan diisi dengan berbagai kegiatan kepramukaan, pembinaan karakter, dan penguatan kebersamaan.
Terpopuler
1
Cinta kepada NU: Lutut Soekarno dan Lutut Saya di Muktamar
2
Khutbah Jumat: Sibuk Bekerja, Jangan Sampai Kehilangan Waktu dengan Keluarga
3
Khutbah Jumat: Hidup Serba Cepat, Ibadah Jangan Ikut Tergesa-gesa
4
Keracunan MBG Berulang, P2G Minta Kepala BGN Mundur dan Program Dihentikan
5
Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
6
Kemarau Diprediksi Berlangsung hingga November 2026, Ini Imbauan kepada Masyarakat
Terkini
Lihat Semua