Gerhana Bulan Total Bakal Terlihat di Seluruh Indonesia pada Selasa 3 Maret 2026, Dianjurkan Shalat Khusuf
Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:30 WIB
Jakarta, NU Online
Masyarakat Indonesia dapat melihat fenomena langit Gerhana Bulan total pada Selasa, 3 Maret 2026 atau bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 H.
Wakil Sekretaris Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) Ma'rufin Sudibyo menjelaskan bahwa Gerhana Bulan Total terjadi saat Bulan berada di titik nodal kala istikbal (oposisi Bulan-Matahari).
Baca Juga
Tata Cara Shalat Gerhana Bulan
"Sehingga cakram Bulan tepat sepenuhnya memasuki kerucut bayangan inti (umbra) Bumi di puncak gerhana," katanya kepada NU Online pada Sabtu (27/2/2026).
Dalam konfigurasi ini, jelasnya, cahaya Matahari yang terblokir Bumi membentuk dua bayangan, yaitu umbra (bayangan inti) dan penumbra (bayangan tambahan). Karenanya, pada puncak gerhana, ketampakan Bulan seakan–akan sangat meredup di langit.
"Berganti menjadi warna merah gelap ataupun gelap sepenuhnya yang bergantung kepada derajat pengotoran udara global pada saat itu," terangnya.
Secara umum, data LF PBNU menunjukkan fase-fase gerhana bulan total sebagai berikut.
Awal fase gerhana sebagian = 16:50:01 WIB
Awal fase gerhana total = 18:04:28 WIB
Puncak gerhana = 18:33:37 WIB
Akhir fase gerhana total = 19:02:24 WIB
Akhir fase gerhana sebagian = 20:17:13 WIB
Berdasarkan data di atas, gerhana terjadi dalam waktu 3 jam 27 menit. Totalitas tampak gerhana berkisar 16 menit di wilayah paling barat hingga 58 menit di wilayah paling timur. Hanya wilayah Kepulauan Maluku dan Papua yang dapat menyaksikan keseluruhan fase gerhana. Hal ini mengingat bulan sudah terbit saat gerhana berlangsung.
Baca Juga
Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Sendirian
"Daerah-daerah lainnya akan mengalami durasi tampak gerhana bervariasi dimana durasi gerhana dimulai sejak terbenamnya Matahari hingga akhir fase sebagian," jelasnya.
Perbedaan zona waktu di sebuah tempat juga menjadi salah satu penentu fase gerhana bulan dapat terlihat sejak awal hingga akhir.
Durasi tampak gerhana tersingkat akan terjadi di provinsi Aceh (1 jam 31 menit). Selain durasi tampak gerhana, dikenal pula besaran totalitas tampak gerhana sebagai rentang waktu kasatmata kesan menghilangnya Bulan dalam Gerhana Bulan Total.
Sebagian besar daerah di Indonesia akan mengalami totalitas tampak maksimum (58 menit). Kecuali daerah – daerah di P. Sumatra, Pulau Jawa bagian barat dan pulau-pulau lain disekelilingnya. "Totalitas tampak gerhana tersingkat juga akan terjadi di provinsi Aceh (16 menit)," tulisnya.
Dalam gerhana ini, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan shalat khusuf atau shalat gerhana Bulan. "Gerhana Bulan Total adalah dasar penyelenggaraan shalat Gerhana Bulan," demikian penjelasan LF PBNU.
Secara fiqih, shalat Gerhana Bulan hanya bisa digelar apabila gerhana tersebut merupakan gerhana yang kasat mata sehingga terlihat dengan jelas proses berubah menjadi gelapnya bagian Bulan.
Dalam hal ini, LF PBNU memberikan rincian waktu shalat gerhana berdasarkan zona waktu di Indonesia.
Waktu Indonesia bagian barat (WIB) pada Maghrib – 20:17 WIB
Waktu Indonesia bagian tengah (WITA) pada Maghrib – 21:17 WITA
Waktu Indonesia bagian timur (WIT) pada 18:50 – 22:17 WIT.