Gus Kikin Kenang Dedikasi Nyai Machfudhoh untuk Nahdlatul Ulama
Selasa, 6 Oktober 2026 | 06:00 WIB
Ketum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) memberikan sambutan usai mengikuti shalat jenazah Mustasyar PBNU Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid di Tambakberas, Jombang, Jatim, Senin (5/10/2026) sore (Foto: PBNU/Sidiq)
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mengikuti shalat jenazah Mustasyar PBNU Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (5/10/2026) sore.
Dalam sambutannya setelah mengerjakan shalat jenazah, Gus Kikin menyampaikan bahwa kepergian almarhumah merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama.
"Kepergian beliau merupakan kehilangan yang sangat besar bagi kita semua. Di usia 82 tahun, beliau telah mendedikasikan hidupnya untuk izzul Islam wal muslimin," tulis Gus Kikin melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @abdulhakimmahfudz, dikutip NU Online.
Menurut Gus Kikin, Nyai Machfudhoh mewarisi semangat dan keteladanan dari ayahnya, KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama.
"Beliau dikenal sebagai sosok yang senantiasa menjaga silaturrahim, bahkan dengan penuh ketulusan berkenan mengunjungi dan menyapa mereka yang lebih muda," imbuh Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, itu.
Gus Kikin berharap seluruh amal kebaikan Nyai Machfudhoh selama hidupnya diterima oleh Allah swt.
"Semoga seluruh amal kebaikan, pengabdian, dan silaturrahim yang beliau jaga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Al-Fatihah," tulis Gus Kikin dalam doanya.
Nyai Machfudhoh wafat di Jakarta, Ahad (4/10/2026), sekitar pukul 22.30 WIB, dalam usia 82 tahun. Jenazah kemudian dibawa ke Jombang untuk dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Almarhumah merupakan putri sulung KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Semasa hidupnya, Nyai Machfudhoh dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Putri Al Lathifiyyah 1 Bahrul Ulum Tambakberas.
Ribuan jamaah, santri, alumni, keluarga, dan warga Nahdliyin memadati kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (5/10/2026). Mereka mengantarkan Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, putri sulung KH Abdul Wahab Hasbullah atau Mbah Wahab, menuju pemakaman terakhir.
Nyai Machfudhoh mencatatkan sejarah penting dalam kepemimpinan ulama perempuan di Indonesia. Ia memulai kaderisasi dari Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), kemudian dipercaya memimpin sebagai Ketua PW Fatayat NU DKI Jakarta dan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU periode 1979–1989.
Selain berkhidmah di PP Muslimat NU sebagai penasihat, Nyai Machfudhoh juga menginisiasi sekaligus memimpin Himpunan Daiyah dan Majelis Taklim (HIDMAT) Muslimat NU Pusat selama tiga periode berturut-turut untuk mengoordinasikan gerakan dakwah berbasis majelis taklim perempuan.
Atas keilmuan dan otoritasnya, PBNU mengamanahkan posisi A'wan atau Dewan Pakar PBNU masa khidmah 2015–2021 kepadanya.
Pada masa khidmah 2021–2026, Nyai Machfudhoh mengemban amanah sebagai Mustasyar PBNU bersama Nyai Hj Sinta Nuriyah Wahid dan Nyai Hj Nafisah Sahal Mahfudz. Amanah tersebut kembali dipercayakan kepadanya pada masa khidmah 2026–2031.