Halaqah Penguatan Kurikulum Ma'had Aly, Ikhtiar Lahirkan Lulusan yang Adaptif
Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:40 WIB
Yogyakarta, NU Online
NU Online Institute bekerja sama dengan Ma'had Aly Krapyak Ali Maksum, Yogyakarta menggelar Halaqah Penguatan Kurikulum Ma'had Aly pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan mengangkat tema Integrasi Fiqih dan Ekosistem Keuangan Syariah Modern.
Ma'had Aly harus hadir sebagai pusat otoritas keilmuan dalam arus ekonomi syariah, bukan sekadar menjadi komentator. Lulusannya harus turut serta karena memiliki modal cukup kuat dengan penguasaan fiqih, ushul fiqih, hingga kedalaman turats dan ketajaman cara berpikir.
"Ikhtiar semakin aplikatif, semakin hadir menjawab kebutuhan umat," kata KH Nur Salikin, Ketua Umum Asosiasi Ma'had Aly (Amaly).
Senada, Mudir Ma'had Aly Krapyak KH Afif Muhammad menyampaikan bahwa halaqah ini hadir untuk memberikan harapan akan tantangan masa depan Ma'had Aly pada sektor ekonomi syariah.
"Mampu memberikan pikiran-pikiran penguatan kurikulum ekonomi syariah di kalangan pesantren," harapnya kepada para peserta yang hadir.
Sebab, Kiai Afif melihat adanya kesenjangan antara praksis dengan perjalanan dan pelaksanaan kurikulum di Ma'had Aly dalam sektor ekonomi syariah ini. Karenanya, ia menyebut majelis seperti ini bermanfaat untuk mengupayakan peluang itu tercipta.
"Tentu merupakan tantangan untuk lulusan Ma'had Aly kita ini diharapkan lebih bermanfaat di antaranya dalam sistem ekonomi syariah," ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) H Ahmad Zaky, Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Setiawan Budi Utomo, Direktur Utama NU Online H Hamzah Sahal, Direktur NU Online Institute Ahmad Mundzir. Halaqah ini juga diikuti oleh mudir-mudir Ma'had Aly di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.