Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah hingga 27 Mei 2026
Selasa, 26 Mei 2026 | 18:30 WIB
Jakarta, NU Online
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat pada 25-27 Mei 2026.
Berdasarkan hasil pemetaan Zona Musim (ZOM), sebanyak 63,7 persen atau 445 ZOM di Indonesia masih mengalami musim hujan. Sementara itu, 20,1 persen atau 141 ZOM telah memasuki musim kemarau, dan 16,2 persen atau 113 ZOM tergolong tipe satu musim.
Prakirawan BMKG, Muhammad Riski, menyampaikan bahwa pada 25 Mei hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi terjadi di wilayah Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.
Ia menambahkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga diperkirakan meluas di sebagian besar wilayah Indonesia, meliputi Aceh, Sumatra Utara, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), seluruh Pulau Kalimantan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
“Angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, NTB, dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujarnya pada Ahad (24/5/2026) malam.
Sementara pada 26 Mei, Riski menyampaikan hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
“Adapun hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di Kepulauan Bangka Belitung dan NTT,” ucapnya.
Pada 27 Mei, Riski menjelaskan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
“Sedangkan hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Maluku Utara. Potensi angin kencang terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Maluku Utara,” katanya.
Di tengah tingginya intensitas hujan di berbagai wilayah, BMKG mencatat kawasan pesisir selatan Indonesia justru menjadi daerah yang paling lambat mengalami peralihan musim dan masih bertahan dalam kondisi kemarau.
“Pada Pulau Jawa dan Bali, musim kemarau telah memasuki sebagian besar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta wilayah pesisir dan sebagian kecil Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Penida,” ujarnya.
Sementara itu, Nusa Tenggara menjadi wilayah terluas yang masih didominasi zona kemarau, terutama di sebagian besar NTB dan NTT. Sedangkan di Sulawesi dan Indonesia Timur, kemarau tipis masih terpantau di sebagian Gorontalo, Sulawesi Tengah, sebagian kecil Maluku, dan wilayah paling selatan Papua.
“Di Sumatra dan Kalimantan, musim kemarau terjadi di sebagian kecil Aceh, Sumatra Utara, Riau, serta Pulau Nunukan dan Sebatik di Kalimantan Utara,” katanya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Di sisi lain, masyarakat di wilayah yang mulai memasuki musim kemarau juga diminta bijak mengelola sumber daya air guna mengantisipasi potensi kekeringan.