Ingatkan Sejarah Muktamar NU di Menes, Kiai Anwar Iskandar Ajak Umat Islam Indonesia Kembali Masifkan Donasi untuk Gaza
Senin, 27 Juli 2026 | 08:00 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengajak umat Islam Indonesia kembali memasifkan gerakan donasi untuk membantu rakyat Palestina.
Kiai Anwar mengingatkan sejarah Muktamar Ke-13 Nahdlatul Ulama pada tahun 1938 di Menes. Pada saat itu para ulama tidak hanya menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, tetapi juga menggalang donasi.
"Pada masa yang serba sulit, para kiai mampu mengumpulkan sekitar 6.000 gulden. Sekarang, ketika kondisi kita jauh lebih baik, semestinya kita bisa berbuat lebih besar dari itu," ujarnya dalam Penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII pada Ahad (26/7/2026).
Karena itu, ia meminta MUI terus menggalang donasi umat Islam Indonesia melalui berbagai program dan kegiatan organisasi-organisasi Islam untuk membantu masyarakat Palestina, terutama warga Gaza.
"Bahwa kita atas dasar kemanusiaan, atas dasar ukhuwah insaniah, maka kita akan berada di belakang mereka. Dan kalau perlu, kita akan mendonasikan atau menyerukan tentang pentingnya donasi terhadap mereka," ujarnya.
Forum lima tahunan tersebut menghasilkan berbagai rekomendasi dari komisi keagamaan, pendidikan, ekonomi, hukum, seni budaya, hingga rekomendasi strategis bagi umat Islam Indonesia.
Salah satu rekomendasi yang mendapat penegasan ialah sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Menurutnya, dukungan terhadap Palestina adalah sebuah amanat kemanusiaan yang harus terus disuarakan, seiring dengan kecaman keras terhadap praktik genosida yang terus berlangsung.
"Majelis Ulama mesti tegas secara sharih bahwa kita berada di belakang perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina. Itu harus pasti," katanya.
Ia mengingatkan bahwa umat Islam ibarat satu tubuh. Ketika satu bagian tubuh merasakan sakit, bagian lainnya ikut merasakan dan berusaha membantu.
Dalam kesempatan itu, Kiai Anwar juga menyoroti pentingnya umat Islam memiliki sikap perlawanan yang jelas terhadap fenomena Islamofobia yang marak digerakkan di berbagai negara, terutama oleh kelompok-kelompok yang menggunakan kekuasaannya untuk menekan umat Islam.
"Sementara di sejumlah negara lain, umat Islam juga menghadapi Islamofobia. Karena itu, atas dasar ukhuwah insaniyah, kita harus berada di belakang mereka," katanya.