Jamaah JKG-27 Muhammad Firdaus Ditemukan Wafat, Kemenhaj Sampaikan Duka
Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:40 WIB
Makkah, NU Online
Proses pencarian jamaah atas nama Muhammad Firdaus telah mencapai titik temu. Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, almarhum ditemukan dalam keadaan wafat.
Muhammad Firdaus adalah jamaah haji Indonesia berusia 72 tahun dari Kloter JKG-27, yang sebelumnya dilaporkan dalam proses pencarian setelah hilang di Arab Saudi.
“Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Afandi dalam keterangannya di Makkah, Jumat (22/2026).
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Muhammad Firdaus.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah swt senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” sambungnya.
Baca Juga
Ini Larangan-larangan dalam Ibadah Haji
Hasan menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit Arab Saudi, petugas haji yang melakukan pencarian, serta seluruh masyarakat Indonesia yang turut mendoakan selama proses pencarian berlangsung.
Ia menegaskan, pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum. Pelaksanaan badal haji tersebut akan dilakukan oleh petugas haji.
“Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum,” jelas Hasan.
Baca Juga
Inilah Sunnah-sunnah Ibadah Haji
Pada kesempatan tersebut, Hasan juga mengajak seluruh jamaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian satu sama lain, terutama terhadap jamaah lansia, disabilitas, perempuan, serta jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Menurutnya, setiap jamaah dan petugas perlu lebih peka apabila melihat jamaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.
“Bila melihat jamaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jamaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter,” imbaunya.
Hasan mengingatkan agar tidak membiarkan jamaah berjalan sendiri tanpa pendampingan, khususnya jamaah yang membutuhkan perhatian lebih. Kepedulian antarsesama dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko jamaah tersesat atau terpisah dari rombongan.
“Jangan biarkan jamaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jamaah tersesat atau terpisah dari rombongannya,” tegasnya.
Kemenhaj juga mengimbau jamaah yang membutuhkan bantuan agar tidak sungkan menyampaikan kondisi dan kebutuhannya kepada petugas. Hasan menegaskan, petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jamaah selama berada di Tanah Suci.
“Bagi jamaah yang membutuhkan bantuan, jangan sungkan menyampaikan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jamaah selama berada di Tanah Suci,” pungkasnya.