Nasional

Kemenag Buka Program Persiapan Studi ke Luar Negeri, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Jumat, 18 September 2026 | 14:00 WIB

Kemenag Buka Program Persiapan Studi ke Luar Negeri, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kementerian Agama. (Foto: dok NU Online)

Jakarta, NU Online

Kementerian Agama (Kemenag) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) 2026 bagi dosen perguruan tinggi keagamaan yang ingin melanjutkan pendidikan doktoral di luar negeri.

 

Program PPSL 2026 merupakan kolaborasi Sekretariat Jenderal Kemenag dan LPDP Kementerian Keuangan. Program persiapan selama tiga bulan tersebut membekali peserta dengan kemampuan bahasa Inggris dan IELTS, penyusunan proposal riset, strategi memperoleh beasiswa dan melanjutkan studi ke luar negeri, profesionalisme dan jejaring dosen, serta wawasan kebangsaan dan moderasi beragama.

 

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kemenag Ruchman Basori mengatakan PPSL 2026 secara khusus menyasar dosen karena kapasitas calon penerima beasiswa doktoral luar negeri dari kalangan dosen masih perlu diperkuat.

 

“Ini untuk memberikan pembekalan bahasa Inggris, kesiapan studi secara akademik, serta mental untuk belajar ke luar negeri,” kata Ruchman kepada NU Online, Jumat (18/9/2026).

 

Peserta PPSL 2026 berasal dari dosen perguruan tinggi keagamaan, baik perguruan tinggi keagamaan Islam negeri seperti UIN, IAIN, dan STAIN maupun perguruan tinggi keagamaan Islam swasta. Program ini juga terbuka bagi dosen perguruan tinggi keagamaan di bawah Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, serta Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu.

 

Menurut Ruchman, fokus kepada dosen dilakukan setelah melihat kebutuhan peningkatan kualitas calon mahasiswa doktoral dari lingkungan perguruan tinggi keagamaan. Ia menyebut jumlah dan kapasitas calon mahasiswa S3 luar negeri dari kalangan dosen masih perlu diperkuat.

 

“Kita tawarkan misalkan 50 sampai 70 orang, tapi ternyata belum kompetitif. Nah, kalau sudah diterima juga tingkat keberangkatannya mendapatkan LoA kurang maksimal. Karena itu, tahun ini kita fokuskan kepada para dosen,” ujarnya.

Tiga Fokus PPSL 2026

Ruchman menjelaskan PPSL 2026 dirancang untuk memperkuat kemampuan bahasa Inggris, kesiapan akademik, dan mental peserta menghadapi studi di luar negeri.

 

Pertama, peserta akan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris selama tiga bulan agar lebih siap memenuhi persyaratan studi dan memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri.

 

Kedua, peserta dibekali kemampuan akademik untuk memahami karakter studi di luar negeri. Materinya mencakup pemahaman mengenai beban studi, standar akademik, serta tingkat kompetisi di perguruan tinggi tujuan.

 

Ketiga, program diarahkan untuk membangun daya juang dan daya tahan peserta. Menurut Ruchman, kesiapan mental penting karena peserta nantinya akan menghadapi lingkungan akademik dan sosial yang berbeda.

 

“Artinya apa? Mentalitas-mentalitas yang mau belajar ke luar negeri mulai ditata,” katanya.

 

Peserta PPSL 2026 diarahkan untuk melanjutkan studi ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara di kawasan Timur Tengah.

 

Porsi terbesar pelatihan diberikan untuk kemampuan bahasa Inggris dan IELTS, yakni 45 persen. Penyusunan proposal riset mendapat porsi 25 persen, strategi beasiswa dan studi luar negeri 15 persen, wawasan kebangsaan dan moderasi beragama 10 persen, serta profesionalisme dan jejaring dosen 5 persen.

 

PPSL 2026 berlangsung selama tiga bulan, mulai 1 Oktober hingga 30 Desember 2026. Kegiatan dilaksanakan secara luring di perguruan tinggi yang ditetapkan sebagai penyelenggara, yakni UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

 

Pendaftaran dibuka pada 16–23 September 2026. Penetapan peserta dijadwalkan pada 28 September 2026.

 

Program ini menyediakan dukungan berupa dana program, dana hidup bulanan, biaya tes bahasa Inggris/IELTS, serta transportasi sesuai ketentuan.

Syarat Pendaftaran PPSL 2026

 

Berikut persyaratan peserta PPSL 2026:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI).
  2. Berusia maksimal 45 tahun per 31 Desember 2026.
  3. Telah lulus jenjang magister (S2) dan belum pernah menempuh jenjang doktor (S3).
  4. Memiliki ijazah dan transkrip nilai magister dengan IPK minimal 3,25 dari skala 4,00.
  5. Berstatus sebagai dosen tetap pada perguruan tinggi keagamaan, dibuktikan dengan NIDN atau NUPTK dan terdaftar pada pangkalan data perguruan tinggi.
  6. Mendapatkan surat rekomendasi dari pimpinan, rektor, ketua, atau mudir.
  7. Membuat proposal penelitian disertasi sesuai dengan rencana pendidikan lanjut pada perguruan tinggi di luar negeri sebanyak 1.000–1.500 kata dalam bahasa Inggris.
  8. Bersedia menandatangani pakta integritas di atas meterai Rp10.000 sesuai ketentuan.
  9. Memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris dari lembaga resmi penyelenggara tes yang ditentukan, dengan ketentuan:

    • TOEFL ITP minimal 550; atau
    • IELTS minimal 6,0.

    Sertifikat bahasa Inggris harus masih berlaku dan masa berlakunya maksimal dua tahun hingga berakhirnya masa pendaftaran.

Dokumen yang Disiapkan

 

Pendaftar perlu menyiapkan sejumlah dokumen sebagai berikut:

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
  2. Ijazah dan transkrip nilai jenjang magister dengan IPK minimal 3,25 dari skala 4.
  3. NIDN/NUPTK dan bukti terdaftar sebagai dosen tetap di pangkalan data perguruan tinggi.
  4. Surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai dosen.
  5. Surat rekomendasi dari pimpinan, rektor, ketua, atau mudir.
  6. Proposal penelitian disertasi sebanyak 1.000–1.500 kata dalam bahasa Inggris.
  7. Pakta integritas yang telah ditandatangani di atas meterai Rp10.000.
  8. Sertifikat bahasa Inggris sesuai ketentuan.
 

Pendaftar juga harus menyatakan kesediaan memenuhi ketentuan program, mengikuti kegiatan di perguruan tinggi penyelenggara yang telah ditetapkan Kemenag, serta mendaftar Program Gelar Doktor Luar Negeri pada Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag.

Peserta juga tidak sedang atau akan menerima beasiswa dari Kemenag atau LPDP yang berpotensi menimbulkan double funding selama program PPSL berlangsung.

Cara Mendaftar

Pendaftaran PPSL 2026 dilakukan dengan melengkapi dokumen melalui aplikasi pendaftaran beasiswa Kemenag.

Portal Pendaftaran Beasiswa Kemenag

 

Lampiran surat rekomendasi pimpinan dan pakta integritas dapat diakses melalui tautan yang disediakan panitia dalam informasi PPSL 2026.

 

Booklet PPSL 2026

 

Pendaftaran dibuka pada 16–23 September 2026, sehingga calon peserta perlu memastikan seluruh dokumen telah lengkap sebelum batas akhir pendaftaran.