Nasional

KemenPPPA Tegaskan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Gempa NTT

Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:00 WIB

KemenPPPA Tegaskan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Gempa NTT

Serah terima bantuan Kemen PPPA untuk warga terdampak bencana gempa bumi NTT, Selasa (25/8/2026) (Foto; KemenpPPPA)

Manggarai Timur, NU Online

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengatakan selain pemenuhan kebutuhan dasar, dukungan psikososial secara berkelanjutan bagi anak-anak terdampak gempa bumi juga sangat penting. 

 

Saat menyerahkan bantuan bagi perempuan dan anak terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (25/8/2026) Arifah mengatakan trauma healing tidak dapat dilakukan hanya sekali atau dua kali. “Sehingga diperlukan pendampingan jangka panjang dengan melibatkan psikolog,” ungkapnya.

 

Penyerahan bantuan dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama mitra pembangunan untuk memenuhi kebutuhan spesifik perempuan dan anak selama masa tanggap darurat. 

 

“Pak Bupati dan juga Bapak Ibu sekalian kami atas nama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan seluruh mitra  turut berempati atas kondisi saat ini dan inilah yang sementara ini bisa kami lakukan. Mohon maaf karena baru dapat hadir langsung di NTT. Namun, kami memastikan dukungan akan terus diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Menteri PPPA.

 

Adapun bantuan sekitar 30 ton erupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah dunia usaha sahabat perempuan dan anak, organisasi/lembaga masyarakat dan organisasi keagamaan perempuan. 

 

Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit menyoroti kondisi masyarakat terdampak gempa yang membutuhkan penguatan dan dukungan dalam menghadapi situasi darurat. 

 

Kehadiran pemerintah dan berbagai pihak di tengah masyarakat, kata dia, menjadi bagian penting untuk memberikan penguatan setelah bencana mengguncang wilayah tersebut.

 

“Kami menghargai kedatangan Bu Menteri dan Bapak Ibu semuanya. Terima kasih banyak memberi penguatan kepada kami. Terlepas dari apapun yang Bapak Ibu akan bawa kepada kami. Tapi hari ini kehadiran saja lebih dari cukup untuk masyarakat kami,” ujar Bupati Manggarai.

 

Kepala Dinas PPPA Kabupaten Manggarai Timur, Kristiani Pranata Agas mengungkapkan terdapat 31.657 jiwa yang mengungsi, dengan 12.725 perempuan, 6.972 anak, 307 ibu hamil, 19 penyandang disabilitas, dan 1.635 lansia. “Selama dua pekan terakhir, tercatat 15 persalinan di posko darurat yang mendapat dukungan tenaga kesehatan dan relawan,” ungkapnya. 

 

Selain itu, ia menyampaikan anak-anak di sejumlah posko pengungsian masih mengalami trauma dan ketakutan, terutama saat malam hari.

 

“Ketika pagi hari buat anak-anak itu biasa saja, tetapi ketika malam hari itu mulai ketakutan. Jadi hal inilah yang kami sampaikan, dan saya pikir di Manggarai juga sama, kita butuh tim untuk support psikososial ke anak-anak-anak, sampai kapanpun dengan keadaan geologi flores yang seperti ini,” ujar Kepala Dinas PPPA Kabupaten Manggarai Timur.