Nasional

KH Ma’ruf Amin: Pesantren Siapkan Generasi Paham Agama dan Pembangun Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 11:00 WIB

KH Ma’ruf Amin: Pesantren Siapkan Generasi Paham Agama dan Pembangun Bangsa

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin saat Haflah Takharruj Pondok Pesantren Tahfizh Al-Basyir, Cibalok 2, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/6/2026). (Foto: tangkapan layar)

Bogor, NU Online

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa tugas pesantren adalah mendidik para santri menyiapkan orang yang berguna; orang-orang yang paham agama dan mampu menjadi orang-orang yang akan membangun bangsanya. 


“Kita ini harus menyiapkan i’dadul mutafaqqihi fiddin, orang yang paham agama, wal mu’ammirinal ardla, dan yang memakmurkan bumi,” ujar Kiai Ma’ruf, sapaan akrabnya, dalam Haflah Takharruj Pondok Pesantren Tahfizh Al-Basyir, Cibalok 2, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/6/2026).


Kiai Ma’ruf berharap, Pesantren Tahfizh Al-Basyir sudah menyiapkan basis orang yang paham agama karena para santri mengkaji kitab-kitab, dan membangun bumi Indonesia karena mereka dibekali ilmu-ilmu sains dan teknologi dengan adanya sekolah umum di lingkungan pesantren tersebut.


Lebih lanjut, alumnus pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, itu menegaskan bahwa manusia dijadikan Allah swt sebagai khalifatullah fil ard, yang memiliki dua tugas. Pertama, untuk beribadah (QS. Adz-Dzariyat: 56). Kedua, untuk memakmurkan bumi (QS. Hud: 61).


Dalam pandangan Kiai Ma’ruf, santri perlu dibekali ilmu, akhlakul karimah, serta hati yang bersih (ulul albab). Jika hanya mengandalkan ilmu tanpa hati yang bersih, kata dia, orang dapat terperosok pada perilaku koruptif. Dengan berbekal ilmu, akhlak, serta hati yang bersih, diharapkan tidak hanya baik, tetapi juga mampu memperbaiki orang lain.


“Jadi, nanti keluaran pesantren itu bukan hanya saleh untuk dirinya, tapi dia juga mushlih buat orang lain,” ujarnya.


Menurut Kiai Ma’ruf, pesantren ke depan mesti memberi bekal kepada santri agar memiliki pemahaman tentang agama serta ilmu memakmurkan bumi.


“Saya melihat bahwa generasi kita ke depan harus diberi ilmu yang lengkap, yang tafaqquh fiddin, dan juga ilmu tentang imaratul ardl; dzawil ‘uqulish shalihah atau shafiyah, wa dzawil qulubis shalihah,” ujar dia.


Ia juga menekankan pentingnya pesantren mengajarkan tazkiyatun nafs atau pembersihan jiwa yang membawa keselamatan manusia dunia hingga akhirat. “Yang selamat itu di akhirat nanti yang hatinya itu bersih. Illâ man atallâha biqalbin salîm (QS. Asy-Syuara: 90),” ujarnya.


Sementara itu, Pengasuh Pesantren Tahfizh Al-Basyir KH Sofyan Sauri, dalam sambutannya, menyatakan bahwa selain mengajarkan kitab-kitab turats warisan salafus shalih dan menghafal Al-Qur’an, pesantrennya juga membuka pendidikan formal dari SD, SMP, hingga SMA.


“Alhamdulillah, beberapa santri kita telah menyelesaikan hafalan sampai dengan 30 juz, dan para wisudawan-wisudawati hari ini, mereka juga telah selesai menghafalkan Al-Qur’an sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing; ada yang 5 juz, 10 juz, dan seterusnya,” ujar Kiai Sofyan dalam sambutan.


Ia menjelaskan, seluruh pembelajaran atau kurikulum pesantren Tahfizh Al-Basyir diintegrasikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan sains.


“Mudah-mudahan kita terus berpijak sesuai dengan syariat agama, terus mambawa risalah yang dibawa oleh baginda Nabi Besar Muhammad saw,” harapnya.


Kepada para wisudawan-dan wisudawati, Kiai Sofyan berpesan untuk terus belajar melanjutkan pendidikan jenjang yang lebih tinggi agar wawasan semakin luas dan terbuka. Lebih dari itu, ia menekankan semua santri dan alumni agar dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.