Mudik Lebaran 2026, Kecelakaan Capai 2.119 Kasus, 190 Orang Meninggal Dunia
Selasa, 24 Maret 2026 | 07:00 WIB
Jakarta, NU Online
Masa mudik Lebaran 2026 telah usai. Sejumlah pemudik kini mulai melakukan perjalanan arus balik ke kota. Polri bersama Jasa Raharja mencatat angka kecelakaan dan korban selama periode mudik tahun ini.
Korlantas Polri dan Jasa Raharja mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas pada periode 13–22 Maret 2026 atau selama masa Siaga Lebaran mencapai 2.119 kejadian.
Dari jumlah tersebut, total korban kecelakaan tercatat sebanyak 3.597 orang, dengan 190 orang di antaranya meninggal dunia.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, melalui laman resmi Humas Polri, mengeklaim bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sebesar 3,23 persen pada arus mudik Lebaran 2026.
Ia juga menyebut angka fatalitas atau korban meninggal dunia turun signifikan sebesar 24,61 persen dibandingkan Operasi Ketupat 2025.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menjelaskan bahwa penurunan angka kecelakaan merupakan hasil dari kombinasi beberapa faktor.
“Pertama, adanya penguatan manajemen rekayasa lalu lintas yang dilakukan Korlantas Polri, termasuk pengaturan arus mudik yang lebih terdistribusi. Kebijakan work from anywhere yang diumumkan pemerintah jauh hari sebelumnya juga berdampak signifikan dalam pemerataan arus mudik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2026).
Sementara itu, pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menyoroti minimnya integrasi transportasi massal di daerah tujuan selama mudik 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat masih sangat bergantung pada kendaraan pribadi, terutama karena keterbatasan layanan transportasi umum di daerah.
Djoko menilai, keberhasilan mudik tidak cukup diukur dari kelancaran lalu lintas, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat beralih ke transportasi umum.
“Tanpa konektivitas yang memadai di titik akhir atau last mile, masyarakat akan tetap memilih kendaraan pribadi sebagai opsi paling praktis untuk mobilitas di kampung halaman,” ujarnya kepada NU Online.