Muktamar Ke-35 NU, Gus Yahya: Generasi Muda Turut Tentukan Arah Abad Kedua NU
Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:20 WIB
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf diwawancarai di arena Muktamar Ke-35 NU Tambakberas Jombang, Kamis (27/8/2026) siang (Foto: NU Online/Singgih Aji Purnomo)
Jombang, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) berharap Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum Tambakberas, Jombang, berlangsung jernih dan menghasilkan keputusan kokoh sebagai pondasi perjalanan NU memasuki abad kedua.
Harapan tersebut disampaikan Gus Yahya sesaat setelah mengikuti pertemuan terbatas di ndalem (Pondok Induk) Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum Tambakberas, Kamis (27/8/2026) siang.
"Muktamar ini kesempatan bagi generasi muda untuk bisa ikut berkontribusi, karena mereka bisa ikut menentukan arah masa depan abad kedua NU," harapnya untuk generasi muda NU.
Gus Yahya berharap seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 NU dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan kepada NU Online bahwa dirinya berharap Muktamar berjalan dengan baik.
Menurut Gus Ipul, seluruh proses muktamar dikendalikan dengan sistem berbasis digital. Teknologi tersebut juga memungkinkan panitia memantau arena Muktamar melalui CCTV yang tersedia.
"Muktamar kali ini tidak ada yang ditutup-tutupi, jika ada yang ditutup-tutupi maka akan diketahui bersama melalui sistem itu," katanya.
Ia berharap seluruh persiapan teknis, materi, dan tata kelola muktamar dapat berjalan dengan baik, terbuka, serta terukur dengan dukungan teknologi.
"Jika berbasis teknologi semua ada jejaknya, mudah-mudahan dengan kesiapan itu menjadikan kita semua bisa bermuktamar dengan tenang," terangnya.
RFID untuk Memantau Peserta
Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar Ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozak) menambahkan, penerapan teknologi dalam muktamar dilengkapi dengan Radio Frequency Identification (RFID). Teknologi tersebut memungkinkan keberadaan peserta dilacak by name by address, termasuk ketika terjadi kehilangan.
"Ini muktamar pertama yang menggunakan teknologi RFID dalam pelaksanaannya," ujarnya.
Kesiapan teknologi tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara panitia lokal dan keamanan pesantren.
Gus Rozak juga menggambarkan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas seperti seorang anak yang sedang merantau kemudian kembali ke kampung halaman untuk meminta doa kepada orang tuanya.
"Semoga muktamar ini bisa menjadi muktamar yang riang gembira," ungkapnya.