NU Peduli dan NU Online Salurkan Peralatan Ibadah di Tapteng: Bentuk Kebersamaan Masyarakat Indonesia
Ahad, 8 Maret 2026 | 19:00 WIB
Penyaluran bantuan NU Peduli dan NU Online kepada penyintas banjir Sumatra di Tapanuli Tengah, Sabtu (7/3/2026). (Foto: NU Online/Haekal)
Jakarta, NU Online
Tim NU Peduli bersama NU Online menyalurkan bantuan berupa paket peralatan ibadah kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara. Paket senilai Rp20 juta disalurkan untuk Masjid Al Manar, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Sabtu (7/3/2026).
Sekretaris LAZISNU PBNU Moesafa menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut ditujukan bagi para penyintas bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatra beberapa waktu lalu dan kini telah memasuki tahap pemulihan.
"Bantuan ini juga menjadi bentuk kebersamaan warga masyarakat se-Indonesia yang turut berempati dan merasa bahwa beban yang dialami masyarakat di sini merupakan beban yang juga dirasakan oleh masyarakat Indonesia," katanya usai penyerahan.
Ia juga menyampaikan bahwa bantuan tersebut dihimpun dari para donatur yang menyalurkan dukungannya melalui layanan NU Online Super App. Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa peralatan ibadah, tetapi juga mencakup bahan makanan pokok serta perlengkapan pendidikan bagi anak-anak.
"Kepada masyarakat yang menerima bantuan ini, kami berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban atas bencana yang dialami beberapa waktu lalu," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tapanuli Tengah Kiai Muhammad Sodiqin Lubis menjelaskan bahwa bencana yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah sekitar sebulan lalu merupakan banjir bandang yang dipicu oleh hujan deras dari wilayah pegunungan.
Ia menerangkan. sebagian besar wilayah Tapanuli Tengah merupakan daerah pesisir yang berada di sekitar muara sungai. Sehingga, lanjutnya, saat hujan deras turun di wilayah pegunungan, air mengalir deras menuju muara sehingga berdampak pada masyarakat yang tinggal di daerah pesisir.
"Artinya, masyarakat yang tinggal di sekitar muara, di wilayah pesisir laut, rata-rata terdampak banjir. Namun, kondisi yang dialami tidak semuanya sama; ada yang terdampak parah dan ada yang relatif ringan. Di beberapa rumah warga, ketinggian banjir bahkan mencapai kurang lebih satu meter," katanya.
Ia pun mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh NU Peduli dan NU Online karena dinilai sangat membantu masyarakat yang sedang berupaya bangkit setelah bencana.
Usai prosesi penyerahan paket bantuan tersebut, Tim NU Peduli dan NU Online disambut hangat oleh masyarakat setempat. Mereka kemudian diajak makan bersama di kediaman Kiai Muhammad Sodiqin Lubis.
Dalam suasana penuh keakraban, warga yang hadir turut menyalami dan bercengkerama dengan tim yang datang. Pertemuan tersebut berlangsung hangat hingga akhirnya rombongan berpamitan untuk melanjutkan perjalanan pulang.