Nasional

PBNU Bentuk Tim Kecil untuk Studi Kelayakan Lokasi Munas-Konbes dan Muktamar NU

Kamis, 14 Mei 2026 | 20:00 WIB

PBNU Bentuk Tim Kecil untuk Studi Kelayakan Lokasi Munas-Konbes  dan Muktamar NU

Rapat panitia Muktamar ke-35 NU di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Foto: PBNU/Miftah)

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepanitiaan Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), dan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.


SK tersebut ditindaklanjuti dengan rapat perdana panitia di lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026), yang menekankan urgensi percepatan persiapan tiga agenda besar di tengah waktu yang amat singkat.


Sekretaris Organizing Committee, H Amin Said Husni, menyampaikan bahwa tim kecil akan segera dibentuk untuk melakukan survei lokasi dan mempertimbangkan seluruh aspek yang diperlukan.


“Yang pertama mengenai tempat, insyaallah nanti akan segera dibentuk tim kecil yang akan melakukan survei dan mempertimbangkan segala aspeknya,” ujar Amin Said.


Ia menegaskan, penentuan lokasi tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga dimensi spiritual. Karena itu, disepakati pembentukan tim kecil yang akan melakukan feasibility study atau studi kelayakan, menetapkan kriteria, dan menyampaikan kesimpulan mengenai lokasi yang paling tepat.


Lebih lanjut, Amin juga mengatakan bahwa panitia telah menyusun timeline kerja untuk memastikan persiapan berjalan terarah. Selain itu, pelaksanaan Munas Alim Ulama, Konbes, dan Muktamar nantinya akan melibatkan pengurus wilayah dalam penyusunan materi.


“Kemudian terkait persiapan yang lain, tadi kami juga telah menyepakati mengenai timeline kerja panitia ini. Disampaikan pula bahwa untuk pelaksanaan Munas, Konbes, dan Muktamar ini, insyaallah juga akan melibatkan pengurus wilayah dalam menyiapkan materinya,” katanya.


PBNU, lanjut Amin, telah mengirimkan surat kepada pengurus wilayah agar segera menyampaikan usulan materi, baik yang berkaitan dengan persoalan kemasyarakatan maupun aspek keorganisasian, termasuk program rekomendasi dan hal-hal lainnya.


“Ada beberapa usulan dari pengurus wilayah yang menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah, tetapi kami belum berani memutuskan di sini karena itu bukan ranah panitia,” tegasnya.


Ia menambahkan, terdapat pula usulan agar PWNU yang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah dapat diapresiasi dengan ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pra-Munas, pra-Konbes, dan pra-Muktamar.


“Insyaallah mereka akan kami berikan semacam penugasan untuk menjadi tuan rumah kegiatan-kegiatan pra. Ada beberapa masukan, tetapi sekali lagi mengenai tempat nanti akan kami usulkan,” ungkapnya.


Amin Said menambahkan, sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatra Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur, termasuk beberapa pesantren, telah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah. Penentuan lokasi nantinya akan melalui proses tersendiri.

 

Kontributor: Ahmad Syafiq Sidqi