Nasional

PBNU dan Mesir Jajaki Kerja Sama Bidang Dakwah, Pendidikan, dan Sosial Kemasyarakatan

Jumat, 9 Oktober 2026 | 16:00 WIB

PBNU dan Mesir Jajaki Kerja Sama Bidang Dakwah, Pendidikan, dan Sosial Kemasyarakatan

Pertemuan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), didampingi Wakil Ketua Umum PBNU KH Faiz Syukron Ma’mun, dengan Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, di Ambassador Residence, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026) malam. (Foto: Dok PBNU)

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pemerintah Mesir menjajaki penguatan kerja sama di bidang pendidikan, dakwah Islam, dan moderasi beragama. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mempererat hubungan keilmuan dan persaudaraan masyarakat Indonesia dan Mesir, antara lain melalui pertukaran ulama secara lebih intensif.

 

Hal itu mengemuka dalam pertemuan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), didampingi Wakil Ketua Umum PBNU KH Faiz Syukron Ma’mun, dengan Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, di Ambassador Residence, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026) malam.

 

Dalam pertemuan tersebut, Gus Kikin menyampaikan apresiasi atas hubungan historis Indonesia dan Mesir yang telah terjalin erat sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Mesir menjadi salah satu negara pertama yang memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia.

 

"Hubungan Indonesia dan Mesir bukan hanya hubungan diplomatik, tetapi memiliki akar sejarah, keilmuan, dan persaudaraan yang sangat kuat. Hubungan yang telah terjalin ini perlu terus kita rawat dan kembangkan melalui kerja sama yang semakin konkret,” ujar Gus Kikin dalam keterangannya.

 

Perkuat Kerja Sama Pendidikan​​​​​​​

Selain hubungan historis, pertemuan tersebut membahas peran Al-Azhar dalam perkembangan keilmuan Islam di Indonesia. Sejak dekade 1960-an hingga saat ini, ribuan pelajar Indonesia telah menempuh pendidikan di Mesir, khususnya di Universitas Al-Azhar.

 

Hubungan tersebut turut memperkuat keterhubungan keilmuan ulama Indonesia dengan tradisi keilmuan Al-Azhar. Karena itu, penguatan kerja sama pendidikan dinilai strategis untuk menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam sekaligus menyiapkan generasi muda dengan wawasan keislaman yang luas.

 

Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, mengatakan Pemerintah Mesir melalui Al-Azhar dan Kedutaan Besar Mesir di Jakarta terus mendukung pendidikan pelajar Indonesia. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyediaan beasiswa penuh bagi 30 pelajar Indonesia setiap tahun untuk berbagai program studi, baik keagamaan maupun umum.

 

"Mesir dan Al-Azhar memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Indonesia. Kami berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang mendapatkan kesempatan belajar di Mesir dan menjadi jembatan keilmuan serta persaudaraan antara kedua negara,” katanya.

 

Dorong Pertukaran Ulama​​​​​​​

Penguatan hubungan Indonesia dan Mesir juga didorong melalui pertukaran ulama. Wakil Ketua Umum PBNU KH Faiz Syukron Ma’mun (Gus Faiz) mengusulkan agar program pertukaran dan kunjungan ulama antara Indonesia dan Al-Azhar Mesir dilaksanakan secara lebih intensif.

 

Menurutnya, pertukaran tersebut dapat memperkuat dakwah Islam moderat sekaligus memperluas pertukaran wawasan keislaman di tengah masyarakat kedua negara.

 

"Pertukaran ulama perlu kita dorong lebih intensif. Ulama Al-Azhar dapat hadir menyampaikan pandangan keislaman yang moderat di Indonesia, dan ulama Indonesia juga dapat berbagi pengalaman mengenai kehidupan Islam yang damai, moderat, dan harmonis di tengah masyarakat yang majemuk,” tandas Gus Faiz.