Nasional

PBNU dan Polri Siapkan Kerja Sama Pembinaan Generasi Muda

Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:00 WIB

PBNU dan Polri Siapkan Kerja Sama Pembinaan Generasi Muda

PBNU menerima kunjungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). (Foto: NU Online/Rohman Dwi Aji)

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana penguatan kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta pembinaan generasi muda.


Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyambut langsung kunjungan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto beserta jajaran pejabat utama Mabes Polri.


Dalam pertemuan tersebut, Gus Kikin didampingi Katib Aam PBNU Prof KH Muhammad Nuh dan Sekretaris Jenderal PBNU H Gudfan Arif. Sementara itu, Kapolri hadir bersama Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol Rudi Darmoko, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Jhonny Edison Isir, serta Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Mahmud Nazly Harahap.


Kedua pihak berencana memperkuat sinergi melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS). Salah satu fokus kerja sama tersebut adalah pembinaan generasi muda.


Gus Kikin mengatakan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga ketertiban dan membina masyarakat.


Menurutnya, menjaga ketertiban merupakan bagian dari tujuan Nahdlatul Ulama sejak didirikan, yakni berkhidmat kepada masyarakat. Ia menilai kehidupan beragama dan pelaksanaan ibadah yang baik membutuhkan lingkungan yang tertib dan aman.


“Ini karena sesuai dengan apa yang diamanahkan Nahdlatul Ulama, mulai dari NU itu didirikan, itu pesannya adalah kita berkhidmat untuk masyarakat, supaya masyarakatnya itu tetap di dalam keimanan yang baik, tetap ibadah yang baik, dan itu butuh ketertiban,” ujarnya.


Gus Kikin menilai NU dan Polri memiliki banyak kesamaan kepentingan, terutama dalam menghadapi perubahan sosial yang berlangsung cepat. Karena itu, ia berharap kedua pihak dapat bekerja sama, termasuk dengan melibatkan tokoh agama untuk membina generasi muda.


“Kita butuh untuk sama-sama membina, utamanya adalah anak-anak muda dan anak-anak kita yang menjadi generasi penerus bangsa ini,” kata Gus Kikin.


Ia berharap sinergi tersebut dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang semakin harmonis dan aman. Gus Kikin juga berharap kerja sama NU dan Polri dapat mulai berjalan paling lambat pada 2027 sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.


Kapolri: Sinergi NU dan Polri Perlu Diperkuat

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan, kunjungannya ke PBNU merupakan bagian dari silaturahmi setelah dirinya menjabat sebagai pimpinan Polri. Dalam pertemuan itu, ia berdiskusi dengan jajaran PBNU mengenai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas.


Menurut Suyudi, tugas Polri dalam memelihara keamanan sejalan dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar yang dijalankan NU, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.


“Kami hadir ke sini dalam rangka silaturahmi. Sebagai pimpinan Polri yang baru, kami bersilaturahmi, berdiskusi, dan juga banyak hal yang kita bahas kaitannya dengan bagaimana kita menjaga harkamtibmas sesuai dengan tugas kita yang hampir beririsan dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar,” ujar Suyudi.


Ia mengapresiasi dukungan NU terhadap pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut telah berlangsung hingga tingkat bawah, termasuk antara kepolisian di tingkat sektor dan pengurus NU di tingkat ranting.


Suyudi berharap kerja sama itu dapat diperkuat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Ia mengatakan, MoU dan PKS yang akan dirancang nantinya menjadi landasan pelaksanaan program bersama Polri dan NU di lapangan.


“Sehingga apa yang menjadi program-program Polri itu bisa sinergis berjalan dengan NU di lapangan. Sehingga kita bisa bersama-sama turun ke masyarakat,” katanya.


Suyudi menambahkan, pembinaan generasi muda menjadi salah satu perhatian dalam kerja sama tersebut. Menurutnya, anak muda merupakan aset bangsa yang perlu didampingi di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika keamanan masyarakat.


Ia menilai pembinaan bersama diperlukan agar generasi penerus bangsa mampu menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi dengan baik.


“Kita punya PR besar karena anak-anak kita ini adalah generasi penerus bangsa, aset bangsa yang harus kita jaga, kita rawat, sehingga jangan sampai salah kita membina anak-anak kita karena dinamika kamtibmas begitu tinggi, perkembangan teknologi begitu cepat,” paparnya.


“Jangan sampai anak-anak kita salah di dalam bersikap, terutama menghadapi persoalan-persoalan, ya, hal-hal yang mungkin bisa berdampak kepada anak-anak kita karena bagaimana dinamika itu senantiasa terjadi,” tandasnya.