Nasional

PBNU Perkaya Draf Peta Jalan 25 Tahun NU yang Bakal Dibawa ke Muktamar Ke-35, Libatkan PWNU dan PCNU

Senin, 27 Juli 2026 | 15:30 WIB

PBNU Perkaya Draf Peta Jalan 25 Tahun NU yang Bakal Dibawa ke Muktamar Ke-35, Libatkan PWNU dan PCNU

PBNU menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengayaan Draf Peta Jalan 25 Tahun NU (2026–2050) di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Senin–Selasa (27–28/7/2026). (Foto: NU Online/Haekal)

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengayaan Draf Peta Jalan 25 Tahun NU (2026–2050) di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Senin–Selasa (27–28/7/2026).


Ketua Komisi Program Muktamar Ke-35 NU, Alissa Wahid, menjelaskan forum tersebut membahas dua agenda utama, yakni landasan transformasi dan khidmah peradaban serta pilar kemaslahatan.


"Besok akan dibahas isu khusus mengenai kekerasan di lembaga pendidikan. Sementara itu, pada siang hari akan digelar FGD terkait penggalangan sumber daya, terutama sumber daya organisasi," katanya saat memberikan pengarahan pada Senin (27/7/2026).


Selain itu, Alissa mengatakan FGD tersebut juga bertujuan menghimpun masukan sekaligus memperkenalkan materi kepada PWNU dan PCNU yang akan menjadi peserta Muktamar Ke-35 NU.


Menurutnya, langkah itu dilakukan agar para peserta telah memiliki pemahaman awal terhadap materi yang akan dibahas dalam Muktamar sehingga proses pembahasan dapat berjalan lebih efektif.


"Ketika kita membahas itu, PW dan PC sudah memiliki materi awal sehingga tidak kebingungan. Namanya peta jalan ini kerangkanya besar sekali," ujarnya.


Alissa menjelaskan, Peta Jalan 25 Tahun NU sebenarnya telah diperkenalkan dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar (Munas-Konbes) NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Namun, pembahasan pada sidang komisi saat itu belum dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga perlu didalami kembali melalui FGD ini.


Ia menambahkan, forum tersebut dirancang untuk menghimpun pandangan dari berbagai pemangku kepentingan di lingkungan NU, meliputi badan otonom (banom), PWNU, PCNU, serta jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU.


"Karena itu, dalam rangka persiapan bahan untuk Muktamar, tim materi Komisi Program Muktamar menyiapkan dua FGD untuk mendapatkan masukan dan pandangan dari stakeholders di lingkungan Nahdlatul Ulama," katanya.


Sementara itu, Ketua Tim Penyusun Peta Jalan 25 Tahun NU, Rumadi Ahmad, menegaskan bahwa dokumen tersebut harus menjadi materi utama Muktamar agar benar-benar menjadi peta jalan Nahdlatul Ulama secara keseluruhan.


"Ini adalah Peta Jalan NU, sehingga tidak cukup hanya dibahas dalam rapat kerja PBNU. Ini harus menjadi materi utama, sehingga Peta Jalan NU 25 Tahun ini harus menjadi peta jalan Nahdlatul Ulama, bukan peta jalan PBNU," terangnya.