PBNU Terima Kunjungan Mufti Polandia, Teguhkan Moderasi dan Dialog Antar-Peradaban
Jumat, 19 Juni 2026 | 08:30 WIB
Kunjungan Mufti Republik Polandia Syekh Tomasz Miśkiewicz di Gedung PBNU lantai 3, Jakarta, Kamis (18/6/2026). (Foto: Ilham)
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan Mufti Republik Polandia Syekh Tomasz Miśkiewicz di Gedung PBNU lantai 3, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ahmad Ginanjar Sya’ban menilai kunjungan ini penting karena NU sebagai organisasi Islam terbesar berakar kuat pada tradisi keilmuan dan sosial kemasyarakatan, serta konsisten mengusung moderasi, toleransi, dan dialog antarperadaban.
“Dan terutama karena NU organisasi Islam yang moderat, yang toleran, dan punya komitmen besar dalam memperjuangkan dialog antarperadaban, dialog antaragama, toleransi, moderasi, dan juga nilai-nilai kebangsaan,” ujar Ginanjar.
Ginanjar menyampaikan, Mufti Polandia mengajukan sejumlah program kerja sama antara komunitas Muslim Polandia dan komunitas Muslim Indonesia, dengan fokus pada penguatan multikulturalisme serta penciptaan iklim toleransi dan koeksistensi di kedua negara.
"Ini adalah kunjungan pertama beliau ke PBNU. Insyaallah nanti pada bulan Oktober, beliau berencana ingin mengunjungi lagi NU dan ingin berdiskusi belajar lebih banyak, terutama ingin nanti mengunjungi beberapa pesantren dan juga basis-basis NU yang ada di Indonesia,” ungkapnya.
Menurutnya, kunjungan Mufti Polandia ini dapat menjadi dorongan kuat bagi PBNU untuk terus menggaungkan pesan perdamaian, memperkuat dialog antar agama, serta meneguhkan komitmen moderasi di tingkat internasional.
“Ya sangat, karena bagaimanapun itu adalah komitmen PBNU untuk memperjuangkan perdamaian dan juga bagaimana menyebarkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam,” katanya.
Ia berharap, kunjungan Mufti Polandia menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam khidmatul Islam, mendukung peran ulama, serta meningkatkan pelayanan dan pemberdayaan umat. Ia menilai kerja sama ini juga penting untuk mendorong koeksistensi, perdamaian, dan dialog lintas peradaban.
“Harapannya bisa bersinergi, bisa bekerja sama, terutama dalam kerja-kerja untuk khidmatul Islam, khidmatul anam wal ulama, dan juga untuk bagaimana riayatul ummah (melayani umat), memberdayakan umat, dan terutama untuk bagaimana juga bisa memperjuangkan koeksistensi, perdamaian, dialog antar umatmanusia,” harapnya.
Kunjungan Mufti Republik Polandia Syekh Tomasz Miśkiewicz turut didampingi First Secretary Bidang Politik dan Ekonomi Kedutaan Besar Polandia, Mr. Ecelino Ionescu, serta Expert Staff, Mr. Haqqi Azka Nudya. Sementara dari pihak PBNU selain Wasekjan Ahmad Ginanjar Sya’ban. hadir Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla, dan KH Miftah Faqih.
Kontributor: Ahmad Syafiq Sidqi