Penyintas Gempa NTT Masih Tinggal di Tenda Pengungsian, NU Peduli Salurkan Bantuan ke 6 Kabupaten
Jumat, 2 Oktober 2026 | 07:00 WIB
Pendistribusian logistik untuk penyintas gempa di Manggarai Barat pada Kamis (17/9/2026). (NU Peduli NTT)
Jakarta, NU Online
Sebagian warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih bertahan di tenda karena rumah mereka rusak dan belum aman ditempati. Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau tidak lagi dapat menempati rumahnya, tenda menjadi ruang tinggal sementara untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Ketua Satgas NU Peduli NTT Ajhar Jowe menyampaikan bahwa bantuan disalurkan kepada warga terdampak di enam kabupaten. Penyaluran dilakukan pada 17, 18, 19, 25, dan 26 September 2026 di Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, Ngada, dan Nagekeo, dengan tiap-tiap wilayah menerima kurang lebih 300 paket.
“Kita mendistribusikan paket sembako kepada warga terdampak ini pada tanggal 17, 18, 19, 25, 26 September 2026 ke Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo yang masing-masing wilayah kurang lebih ada 300 paket,” ujarnya saat dihubungi NU Online, Kamis (1/10/2026).
Ia menyebutkan, bantuan mencakup beras, telur, mi instan, minyak sayur, gula pasir, kopi, air mineral, susu, pampers, makanan ringan untuk anak-anak, terpal, dan selimut.
“Terus, setiap minggu ke posko itu ngadain program ngantar tahu-tahu mentah setiap minggu satu pick up,” imbuhnya.
Ajhar menyampaikan, di sejumlah titik warga belum dapat kembali ke rumah. Sebagian masih tinggal di tenda mandiri maupun tenda umum karena rumah mereka rusak berat.
“Di beberapa titik yang pemukiman warga terdampak itu belum bisa akses pulang ke rumah sampai hari ini. Masih di tenda, ada tenda mandiri, ada tenda umum, karena mereka tidak memiliki tempat tinggal lagi,” ucapnya.
“Rumahnya tidak bisa ditinggali, walaupun masih ada rumah, tapi kan sudah pada retak, temboknya jebol, dapurnya pada rusak, dan kalaupun tinggal itu mesti harus renovasi total,” sambungnya.
Ia juga menyampaikan bahwa keluhan kesehatan mulai terlihat berupa batuk, pilek, flu, serta penyakit bawaan, terutama pada orang tua. NU Peduli memberikan minyak kayu putih dan minyak urut.
“Hari ini baru kelihatan ada batuk, pilek, flu yang banyak itu. Terus sakit bawaan terutama pada orang tua. Kita memberikan tambahan untuk kesehatan itu minyak-minyakan gitu seperti kayu putih, minyak urut,” ujarnya.
Selain sembako, NU Peduli memberikan santunan uang tunai bagi keluarga yang rumahnya rusak, termasuk anak-anak dari keluarga dengan kerusakan rumah parah. Pada 18 September 2026, santunan diberikan di Kota Kupang kepada perwakilan tujuh kabupaten terdampak berupa sembako dan uang tunai.
“Di wilayah Kota Kupang memberikan santunan kepada perwakilan 7 kabupaten terdampak gempa kepada mahasiswa-mahasiswi, bantuannya ya sembako dan uang tunai,” kata Ajhar.