Nasional

Perlu Penguatan Literasi Digital Ibu-ibu untuk Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

Senin, 18 Mei 2026 | 22:30 WIB

Perlu Penguatan Literasi Digital Ibu-ibu untuk Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi saat Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU dengan tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban, di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/5/2026). (Foto: Kementerian PPPA)

Surabaya, NU Online

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak seluruh kader Muslimat NU untuk lebih mewaspadai dampak negatif media sosial seperti kekerasan berbasis online yang mengancam perempuan dan anak.


Arifah menekankan orang tua dan khususnya ibu-ibu harus meningkatkan literasi digital di keluarga. Sebab, kejahatan berbasis online saat ini tidak hanya mengancam anak-anak, tetapi juga memengaruhi pola asuh, moralitas, dan ketahanan keluarga.


"Orang tua perlu meningkatkan literasi digital dan memahami aktivitas anak di ruang digital agar anak terhindar dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi daring," ujar Menteri PPPA saat berbicara di depan ribuan jamaah pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU dengan tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban, di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/5/2026).

 
Peran ibu dan keluarga, menurut Menteri PPPA, menjadi sangat penting dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, dan berkualitas bagi anak. Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi keluarga, terutama dalam pengasuhan anak dan perlindungan perempuan di ruang digital.


"Ibu-ibu juga harus belajar menggunakan media sosial secara bijaksana karena jika tidak digunakan dengan baik, dampaknya sangat besar bagi anak-anak dan keluarga. Ibu adalah pendidik pertama bagi anak-anaknya. Ketahanan keluarga harus kita jaga bersama," ujar Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU itu.

 
Oleh karena itu, Arifah mengajak kader-kader Muslimat NU yang telah memiliki kontribusi besar dalam pembangunan bangsa untuk terus berkomitmen dan terlibat dalam penguatan pendidikan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta pemberdayaan masyarakat hingga tingkat akar rumput.


Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Muslimat NU di Jawa Timur yang aktif mengelola taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ), panti asuhan, hingga layanan kesehatan melalui rumah sakit dan klinik yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.


Selain itu, kiprah Muslimat NU juga berkembang melalui peran Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU yang aktif di berbagai negara, seperti Malaysia, Jepang, Hongkong, dan Inggris.


“Ini menjadi bagian dari kekuatan Muslimat NU dalam menjaga pendidikan, pelayanan sosial, dan tradisi Ahlusunnah Waljamaah di tengah masyarakat, termasuk bagi warga Indonesia di luar negeri,” ujar Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU itu.