Nasional

PP Fatayat NU Resmikan Pengembangan Kantor Baru, Perkuat Rumah Perjuangan Perempuan

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

PP Fatayat NU Resmikan Pengembangan Kantor Baru, Perkuat Rumah Perjuangan Perempuan

Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama meresmikan penambahan kantor baru di lantai 4 Gedung PP Fatayat NU, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026). (Foto: Dok PP Fatayat NU)

Jakarta, NU Online

Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama meresmikan pengembangan kantor baru di lantai 4 Gedung PP Fatayat NU, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026). Peresmian tersebut menjadi momentum untuk menguatkan fungsi kantor sebagai rumah perjuangan perempuan, ruang konsolidasi kader, sekaligus tempat lahirnya gagasan dan gerakan yang bermanfaat bagi masyarakat.


Pj Ketua Umum PP Fatayat NU Dewi Winarti mengatakan, kantor tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat pengurus menjalankan agenda organisasi. Lebih dari itu, kantor harus menjadi ruang bersama yang membuat kader dari berbagai daerah merasa diterima, saling mengenal, dan mengembangkan kerja-kerja pengabdian.


“Harapan kami, kantor ini benar-benar menjadi rumah bersama bagi seluruh kader Fatayat. Bukan hanya tempat untuk rapat atau menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga tempat untuk bertemu, berbagi cerita, bertukar pikiran, dan saling menguatkan dalam perjuangan,” ujar Dewi dalam keterangan tertulisnya.


Menurut Dewi, kantor yang dibangun dan dikembangkan melalui kontribusi sejumlah kepengurusan sebelumnya itu menyimpan jejak perjuangan banyak kader. Karena itu, peresmian bukan sekadar menandai penggunaan fasilitas, melainkan juga menjadi pengingat untuk meneruskan ikhtiar para pendahulu yang telah merintis dan merawat organisasi.


Ia mengajak seluruh pengurus menjadikan kantor tersebut sebagai ruang yang aktif. Fasilitas yang tersedia perlu dimanfaatkan untuk pertemuan rutin, koordinasi, diskusi, serta kegiatan pengembangan kapasitas kader. Dengan demikian, kantor tidak hanya ramai ketika ada agenda besar, tetapi juga menjadi pusat aktivitas organisasi sehari-hari.


Dewi secara khusus mendorong tujuh bidang dan tujuh lembaga di lingkungan PP Fatayat NU untuk mengadakan pertemuan secara berkala. Konsolidasi antarpengurus dinilai penting agar komunikasi berjalan baik, gagasan dapat dibahas bersama, dan program organisasi terlaksana secara terarah.


Ia juga berharap kantor Fatayat dapat menjadi ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat. Kegiatan kajian, diskusi, dan forum berbagi pengetahuan dapat diselenggarakan di sana sehingga keberadaan kantor memberi manfaat tidak hanya bagi kader, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.


Bagi Dewi, kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh gedung dan kelengkapan fasilitas. Organisasi tumbuh melalui keterlibatan kader, semangat kebersamaan, serta kesediaan untuk bekerja dan saling mendukung. Karena itu, kantor baru harus dihidupkan dengan kegiatan yang mencerminkan nilai dan tujuan perjuangan Fatayat.


“Kantor ini juga diharapkan menjadi tempat yang nyaman bagi kader dari luar Jakarta ketika berkunjung ke pusat. Mereka dapat memanfaatkan ruang yang tersedia untuk berkoordinasi, menyampaikan aspirasi, dan memperkuat hubungan dengan pengurus pusat. Kedekatan antarkader lintas daerah menjadi modal penting untuk menjaga gerakan tetap terhubung,” jelasnya.


Dewi menilai, pertemuan dan percakapan yang berlangsung di kantor harus mampu melahirkan gagasan yang dapat diwujudkan. Ia ingin ruang tersebut menjadi tempat tumbuhnya kreativitas dan inovasi, bukan sekadar lokasi untuk membicarakan program tanpa tindak lanjut.


Ia juga mengajak kader merawat semangat pengabdian dalam setiap aktivitas organisasi. Kerja-kerja yang dilakukan dengan tulus, mulai dari mendampingi masyarakat hingga memperkuat kapasitas perempuan, merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan kemaslahatan. Pengabdian tersebut diharapkan menjadi jalan untuk meraih ridha Allah SWT.


“Semoga kantor ini menjadi tempat yang terus hidup dengan kegiatan baik, tempat lahirnya ide-ide besar, dan ruang bagi kader untuk mengabdi. Kami ingin setiap orang yang datang merasa diterima, nyaman, dan terdorong untuk ikut berbuat sesuatu bagi masyarakat,” tuturnya.


Dewi berharap seluruh kader turut menjaga dan memanfaatkan kantor tersebut sebagai rumah perjuangan bersama. Menurutnya, keberadaan gedung akan semakin bermakna apabila diikuti semangat kolektif untuk membangun organisasi, memperluas pengabdian, dan memperjuangkan kepentingan perempuan.


Peresmian kantor berlangsung secara hibrida dan diikuti pengurus Fatayat NU dari berbagai wilayah di Indonesia serta Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Fatayat NU di luar negeri. Hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Pembina PP Fatayat NU Anggia Ermarini, Bendahara Umum PP Fatayat NU Wilda Tusururoh, Ketua Bidang Litbang dan Media PP Fatayat NU Ufi Ulfiah, Ketua Bidang Ekonomi PP Fatayat NU Wafa Patria Ummah, Ketua VI Eptati Kamaruddin, Sekretaris I Farida Farihah, serta jajaran pengurus PP Fatayat NU.