Prabowo Akan Benahi 1.800 Perlintasan KA, Pengamat: Jangan Lupakan Reaktivasi Jalur Kereta
Kamis, 30 April 2026 | 21:30 WIB
Jakarta, NU Online
Presiden Prabowo Subianto menyatakan, sekitar 1.800 perlintasan kereta api perlu segera dibenahi. Di tengah rencana tersebut, pengamat transportasi mengingatkan pemerintah agar tidak melupakan reaktivasi jalur kereta nonaktif sebagai bagian dari penguatan konektivitas nasional.
Menurut Prabowo, sebagian besar perlintasan tersebut merupakan infrastruktur lama peninggalan masa kolonial dan hingga kini masih banyak yang belum dilengkapi sistem keamanan memadai, terutama di Pulau Jawa.
"Ini sudah sangat lama dan harus segera kita benahi. Saya sudah instruksikan agar seluruhnya diperbaiki,” kata Presiden Prabowo di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
Menanggapi hal itu, Pengamat Transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menilai lintasan kereta api tidak hanya perlu diperbaiki, tetapi juga ditambah melalui pengaktifan kembali jalur rel yang sudah lama tidak beroperasi. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menyeimbangkan kembali sistem transportasi nasional.
"Jangan lupakan reaktivasi lintasan rel kereta api. Itu untuk memastikan pemerataan akses, dan memicu perkembangan ekonomi berbasis kewilayahan," katanya kepada NU Online pada Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, reaktivasi jalur kereta api bertujuan menghidupkan kembali lintasan lama yang nonaktif guna mendukung sektor pariwisata, logistik, dan angkutan penumpang regional.
Selain itu, lanjut Djoko, reaktivasi juga dapat meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat di berbagai daerah.
"Jadi tujuannya juga memberikan alternatif moda transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya di daerah yang konektivitasnya terbatas. Kemudian, bisa juga untuk mengurangi ketergantungan pada transportasi jalan raya, yang sering kali macet dan memiliki dampak lingkungan lebih besar," katanya.
Ia menambahkan, pengaktifan kembali jalur rel berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kawasan di sepanjang jalur kereta, termasuk stasiun dan kota-kota kecil, dinilai dapat kembali berkembang.
"Apalagi reaktivasi ini mampu mmperkuat logistik nasional dan daerah dengan menyediakan moda angkutan barang yang efisien. Semulanya pengangkutan barang dari truk di jalan raya ke kereta api," jelasnya.
Menurut Djoko, perpindahan angkutan penumpang dan barang ke moda kereta api juga akan membantu menekan kemacetan serta mengurangi kerusakan jalan akibat kendaraan berat.
Lebih lanjut, ia mengatakan reaktivasi jalur kereta turut mendukung pengembangan sektor pariwisata dengan membuka akses ke destinasi yang sebelumnya sulit dijangkau. Jalur kereta dengan panorama alam menarik pun dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
"Seperti jalur dengan pemandangan eksotis, contohnya Garut-Cibatu atau Banjar-Cijulang," terangnya.