Nasional

Prabowo Hadiri Pengukuhan MUI, Muammar ZA Bacakan Ayat tentang Kerusakan Alam

Sabtu, 7 Februari 2026 | 10:45 WIB

Prabowo Hadiri Pengukuhan MUI, Muammar ZA Bacakan Ayat tentang Kerusakan Alam

Prabowo Subianto menghadiri pelantikan pengurus MUI Pusat, Sabtu (7/2/2026) di Masjid Istiqlal Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta, NU Online

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Pengukuhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa khidmah 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).


Presiden memasuki ruang utama saat jamaah tengah melantunkan mahalul qiyam dan shalawat Thala’al Badru. Ia mengenakan baju koko putih dan peci hitam, serta didampingi Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof KH Nasaruddin Umar.


Di lokasi acara, Presiden duduk berdekatan dengan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Ketua Panitia Pengukuhan MUI Nusron Wahid, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Ketua MPR RI Ahmad Muzani.


Setelah mahalul qiyam selesai, acara inti dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, qari KH Muammar ZA membacakan Surat Ar-Rum ayat 41 yang mengingatkan tentang kerusakan alam akibat perbuatan manusia.


“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar),” demikian terjemahan ayat tersebut.


Ketua Panitia Pengukuhan MUI Nusron Wahid menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum bermunajat untuk keselamatan bangsa di tengah berbagai ujian.


“Bangsa Indonesia sedang menghadapi berbagai musibah, seperti banjir bandang dan tanah longsor, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ujarnya.


Ia mengajak seluruh hadirin membacakan Surat Al-Fatihah untuk para korban bencana, seraya mendoakan agar mereka yang wafat mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.


Pengukuhan MUI 2025-2030 yang mengusung tema Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa ini dihadiri 58.647 peserta yang terdaftar melalui sistem barcode berbentuk gelang. Hadir pula jajaran pengurus MUI pusat, perwakilan MUI se-Jabodetabek, para menteri Kabinet Merah Putih, pejabat tinggi negara, serta duta besar negara sahabat.