Nasional

Prediksi Cuaca 19-21 Mei: Suhu Maksimum 36 Derajat, Hujan dan Angin Kencang Terjadi di Sejumlah Wilayah

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:00 WIB

Prediksi Cuaca 19-21 Mei: Suhu Maksimum 36 Derajat, Hujan dan Angin Kencang Terjadi di Sejumlah Wilayah

Ilustrasi hujan disertai angin kencang. (Foto: NU Online/Freepik)

Jakarta, NU Online

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu panas hingga 36 derajat Celsius masih akan terjadi di Sumatra Utara, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, dan Papua Barat pada periode 19-21 Mei 2026. 

 

Meski cuaca terik mendominasi pada pagi hingga siang hari, potensi hujan lebat hingga angin kencang tetap mengintai di sejumlah wilayah akibat dinamika atmosfer yang masih aktif.

 

Prakirawan BMKG Bintari menjabarkan bahwa beberapa hari terakhir, kondisi cuaca di Indonesia menunjukkan karakteristik masa peralihan musim.

 

“Berkurangnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari membuat pemanasan permukaan berlangsung lebih intensif sehingga suhu udara terasa lebih panas,” ujarnya pada Senin (18/5/2026) malam.

 

Bintari mengatakan bahwa suhu panas pada siang hari justru dapat memicu pembentukan awan hujan pada sore hingga malam hari, terutama di wilayah dengan kelembapan udara yang tinggi.

 

“Pemanasan permukaan yang intensif pada siang hari mendukung pertumbuhan awan konvektif. Karena itu, meskipun cuaca terasa panas, masyarakat tetap perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat terjadi pada sore hingga malam,” ucapnya.

 

BMKG juga mencatat curah hujan harian signifikan di sejumlah wilayah pada periode yang sama, antara lain Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Riau, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Utara. Selain itu, hujan lebat juga tercatat di Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Utara.

 

Bintari menjelaskan sejumlah faktor atmosfer memengaruhi kondisi cuaca tersebut, mulai dari aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, Kelvin, hingga Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang aktif secara bersamaan di sebagian wilayah Indonesia.

 

“Sirkulasi siklonik juga diprakirakan terbentuk di Samudra Hindia barat Sumatra Utara, Laut Jawa bagian timur, dan Samudra Pasifik timur laut Maluku Utara,” katanya.

 

Ia menyampaikan bahwa fenomena ENSO saat ini berada pada kategori El Nino Condition dengan nilai SOI sebesar -7,4 dan indeks NINO 3.4 sebesar +0,52. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya potensi penurunan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

 

“Walaupun saat ini terdapat indikasi El Nino, aktivitas MJO dan gelombang atmosfer tropis masih cukup aktif sehingga potensi pembentukan hujan tetap tinggi di sejumlah wilayah,” katanya.

 

BMKG menetapkan status waspada hujan sedang hingga lebat di berbagai wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

 

Sementara status siaga hujan lebat hingga sangat lebat berlaku untuk Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.

 

“Potensi angin kencang diperkirakan akan terjadi di Aceh bagian utara, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur,” tuturnya.

 

BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca panas dengan menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan, pohon tumbang, baliho roboh, hingga sambaran petir.

 

“Cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat diharapkan rutin memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG, terutama sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas luar ruangan,” ujar Bintari.