Ribuan Warga Terdampak Krisis Air, BNPB: Kekeringan Mendominasi di Sejumlah Wilayah
Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:00 WIB
Distribusi air bersih di Desa Tarisi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (13/8/2026). (Dok BPBD Kabupaten Cilacap)
Jakarta, NU Online
Bencana kekeringan masih mendominasi kejadian kebencanaan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini berdampak pada puluhan ribu kepala keluarga yang harus menghadapi keterbatasan air bersih di tengah musim kemarau dan potensi El Nino.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan kekeringan masih menjadi salah satu kejadian yang perlu diwaspadai.
“Bencana kekeringan juga masih menjadi salah satu kejadian yang mendominasi di sejumlah wilayah,” ujar Berton di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Berton menyampaikan di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, kekeringan berdampak pada sekitar 596 kepala keluarga. Wilayah terdampak meliputi Desa Tukadaya dan Desa Manistutu di Kecamatan Melaya; Desa Berangbang dan Kelurahan Baler Bale Agung di Kecamatan Negara; Desa Pergung di Kecamatan Mendoyo; serta Kelurahan Pendem di Kecamatan Jembrana.
“BPBD Kabupaten Jembrana telah mendistribusikan 10.000 liter air bersih sehingga total distribusi yang telah dilakukan mencapai 127.000 liter,” ujarnya.
Dia mengungkapkan dampak kekeringan di Pulau Jawa juga masih signifikan. Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sekitar 28.281 kepala keluarga atau 93.914 jiwa terdampak. Mereka tersebar di 28 kecamatan dan 82 desa. Pada Kamis (13/8/2026), BPBD Kabupaten Bogor mendistribusikan 54.000 liter air bersih ke sejumlah lokasi.
Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kekeringan berdampak pada sekitar 7.230 kepala keluarga atau 23.269 jiwa yang tersebar di 11 kecamatan, 20 desa, dan satu kelurahan.
“Pada Kamis (13/8/2026), BPBD Kabupaten Banyumas mendistribusikan 40.000 liter air bersih melalui empat ritase untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak,” katanya.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Cilacap. Kekeringan berdampak pada sekitar 5.639 kepala keluarga atau 18.135 jiwa.
“BPBD Kabupaten Cilacap telah mendistribusikan 25.000 liter air bersih menggunakan lima tangki kepada 237 kepala keluarga atau 1.100 jiwa,” ucap Berton.
Di Kabupaten Grobogan, kekeringan berdampak pada sekitar 6.790 kepala keluarga atau 17.349 jiwa. BPBD setempat telah mendistribusikan 30.000 liter air bersih menggunakan dua unit truk tangki.
“Distribusi masih diperlukan karena debit sumber air yang dimanfaatkan masyarakat terus mengalami penurunan,” katanya.
Berton mengatakan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah memperkuat mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pembangunan sumur bor, pipanisasi, serta distribusi air bersih.
“Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bersih sekaligus mengurangi risiko kekeringan, terhadap masyarakat dan sektor pertanian,” pungkasnya.