Jakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faisal Zaini mengaku bersyukur atas hasil seleksi beasiswa kuliah di Universitas Al-Azhar, Mesir yang diselenggarakan PBNU melalui Lembaga Perguruan Tinggi NU (LPTNU). Menurut Sekjen, selama ini PBNU selalu membuka komunikasi dengan berbagai negara, termasuk Mesir untuk menyalurkan bantuan beasiswa bagi putra-putri NU yang berbakat.
Beasiswa pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Mesir ini, kata Helmy, sebagai salah satu bentuk komitmen PBNU dalam menjalankan amanat Muktamar NU ke-33 di Jombang. "Iya komitmen. Ini tugas PBNU sebagaimana amanat Muktamar ke-33 di Jombang untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam tiga bidang: ekonomi, pendidikan, dan kesehatan," katanya di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).
Menurutnya, perjanjian nota kesepahaman antara PBNU dengan Universitas Al-Azhar, Mesir, terwujud dalam waktu dekat. "Saya selaku Sekjen selalu mengawal ini agar kesepakatan-kesepakatan ini ditindalanjuti (kerja sama beasiswa)," katanya.
(Baca: PBNU Umumkan 30 Penerima Beasiswa Kuliah Al-Azhar)
Menurutnya, perjanjian nota kesepahaman (MoU) dalam bidang pendidikan antara PBNU dan Universitas Al-Azhar, Mesir dapat terwujud dengan cepat, yakni sekitar setengah tahun. Hal itu karena PBNU aktif berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Mesir.
Ia berharap, para peserta yang lulus mengikuti seleksi beasiswa ini terus ikut serta membangun NU. "Ke depan kita minta mereka untuk khidmat ke NU," pungkasnya.
Panitia berhasil menyeleksi melalui tes tulis dan lisan terhadap ratusan orang yang mendaftar, yang kemudian terpilih menjadi 30 orang. Selain 30 nama penerima, juga terdapat 10 nama yang masuk cadangan. Adanya peserta cadangan ini untuk mengantisipasi jika dari 30 nama ada yang mengundurkan diri. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)