Nasional

Seminar Internasional Nahdlatut Turots Dorong Keberlanjutan Tradisi Keilmuan Ulama Nusantara

Ahad, 30 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Seminar Internasional Nahdlatut Turots Dorong Keberlanjutan Tradisi Keilmuan Ulama Nusantara

Seminar Turots Internasional yang diadakan Nahdlatut Turots di MAN 3 Jombang, Sabtu (30/8/2026). (Foto: NU Online/Achmad Subakti)

Jombang, NU Online

Nahdlatut Turots menggelar Seminar Turots Internasional bertajuk “Khidmah Turots dan Keberlangsungan Keilmuan Ulama Nusantara” di MAN 3 Jombang, Sabtu (30/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Nahdlatut Turots dalam momentum Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

 

Ketua Panitia, Ahmad Karomi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan sejumlah ulama dan akademisi guna membahas khazanah keilmuan Islam, khususnya manuskrip dan turats ulama Nusantara.

 

“Ini merupakan puncak dari kegiatan Nahdlatut Turots, yaitu seminar, di mana seminar ini kita menghadirkan beliau-beliau agar kita bisa saling sharing atau saling transfer of knowledge,” ujarnya.

 

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri. Di antaranya Syekh Mu’tazz As-Subaini dan Syekh Syadzi Arbash dari Damaskus, serta akademisi Indonesia Prof Oman Fathurahman, Prof Faisal Fatawi, dan Prof Islah Gusmian.

 

Karomi menjelaskan, para narasumber membahas perkembangan turats dari berbagai perspektif, mulai dari kajian Islam sebelum era Wali Songo hingga perkembangan keilmuan turats ulama Nusantara.

 

Menurutnya, turats tidak semestinya dipahami sebatas manuskrip atau teks peninggalan ulama terdahulu. Lebih dari itu, turats mencakup tradisi keilmuan dan pemikiran para ulama yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi berikutnya.

 

“Padahal turots itu bukan hanya sahifah faqat, tapi di situ ada kajian-kajian keilmuan, ada tokoh-tokoh yang kita ambil manfaatnya atau kita beristifadah dari keilmuannya, sehingga kita akan mendapatkan inspirasi dari manuskrip atau turas itu sendiri,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan Nahdlatut Turots dalam Muktamar Ke-35 NU tidak hanya berupa seminar. Sebelumnya telah digelar Pameran dan Klinik Turots di Pesantren Al-Munjied, Dauroh Tahqiq di Ribath Hidayatul Qur’an, serta Musyawarah Besar para pegiat turats yang dilanjutkan dengan Ijazahan Sanad.

 

Dalam rangkaian tersebut, ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap kajian turats dan sanad cukup tinggi. Bahkan, kegiatan ijazahan sanad dihadiri peserta dalam jumlah besar hingga memenuhi lokasi kegiatan.

 

Gus Ahmad Karomi mengatakan, salah satu ikhtiar yang dilakukan Nahdlatut Turots adalah melalui Dauroh Tahqiq. Kegiatan tersebut bertujuan membekali para pegiat turats dengan kemampuan untuk meneliti dan memeriksa kembali kitab-kitab yang berkembang di lingkungan pesantren.

 

“Makanya ikhtiar Nahdlatut Turots mengadakan Dauroh Tahqiq supaya ketika ada kitab-kitab yang akan diajarkan di pesantren kita harus menyeleksi lagi,” tuturnya.

 

Melalui seminar dan rangkaian kegiatan tersebut, Nahdlatut Turots berupaya mempertemukan khazanah keilmuan klasik dengan kebutuhan pengembangan ilmu pada masa kini.

 

“Kami berharap forum tersebut dapat menjadi ruang untuk menggali kembali warisan intelektual ulama sekaligus memastikan keberlangsungannya bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

 

Kontributor: Achmad Subakti