Nasional

Sidang Komisi Program Muktamar Ke-35 NU Tampung Aspirasi PCNU Kaimana yang Keluhkan Krisis Ulama

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Sidang Komisi Program Muktamar Ke-35 NU Tampung Aspirasi PCNU Kaimana yang Keluhkan Krisis Ulama

Suasana sidang komisi program Muktamar Ke-35 NU di Aula IAIBAFA, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Suwitno)

Jombang, NU Online

Sidang komisi program dalam rangkaian Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Aula Institut Agama Islam Bani Fatah (IAIBAFA) Tambakberas, Jombang, pada Sabtu, (29/8/2026), diwarnai dengan berbagai aspirasi strategis dari daerah terluar.


Forum yang dipimpin langsung oleh Alissa Wahid ini menjadi wadah penting dalam mengevaluasi program serta merumuskan arah kebijakan organisasi untuk masa depan yang tertuang dalam peta jalan NU 2050.


Dalam sidang tersebut, Sekretaris PCNU Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Safar Mudatsir Furada turut menyampaikan keluhannya. Ia mengisahkan dinamika perjuangan dakwah di wilayahnya yang jauh dari Pulau Jawa di mana NU berpusat.


"Di daerah kami sana sangat sulit menemui ulama atau kiai yang mumpuni, SDM kita terkait Aswaja an-Nahdliyyah ini kurang, sehingga mengkhawatirkan jika paham Aswaja an-Nahdliyyah ini luntur sedikit demi sedikit," kisahnya.


Ia juga mengungkapkan bahwa telah menyediakan sejumlah lahan yang sial digunakan sebagai lokasi pengkaderan, guna memperkuat eksistensi komunitas muslim serta mendukung pengembangan SDM NU di kawasan timur Indonesia.


"Jika PBNU punya program pengkaderan Nahdliyyin, termasuk menghadirkan perguruan tinggi NU atau pondok pesantren di sana, kami siap hibahkan lahan, asal demi menjaga komunitas muslim NU yang mumpuni di daerah kami," tegasnya.


Menanggapi masukan tersebut, Alissa memberikan apresiasi mendalam dan menjadikan keluhan tersebut sebagai evaluasi dan berusaha merumuskan program yang dapat mencapai daerah-daerah yang terbilang jauh.


"Melalui sinergi yang erat antara pusat dan daerah, Muktamar Ke-35 NU ini diharapkan mampu menghasilkan keputusan strategis yang menjawab tantangan zaman secara berkelanjutan," tuturnya.


Kontributor: Umi Kholifah