Tercatat 3.394 Gempa Susulan Flores hingga Kamis Pagi, Korban Meninggal Jadi 71 Jiwa
Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Kerusakan rumah warga akibat gempa bumi M7,7 di Kabupaten Ende, pada Sabtu (15/8/2026). (Dok BPBD Ende)
Jakarta, NU Online
Gempa susulan masih mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa M7,7 terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Hingga Kamis (20/8/2026) pukul 05.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 3.394 gempa susulan dengan magnitudo M1,1 hingga M6,2.
Dari ribuan gempa tersebut, sebanyak 26 kejadian memiliki magnitudo di atas lima. Gempa susulan yang dirasakan masyarakat tercatat 99 kejadian.
Baca Juga
Doa ketika Terjadi Gempa Bumi
“Berdasarakan data sementara gempa susulan ini akan berakhir tiga hingga empat minggu ke depan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada gempa bumi susulan yang terjadi,” ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Di tengah ancaman gempa susulan, korban meninggal dunia bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Rabu (19/8/2026) pukul 16.00 WIB jumlah korban meninggal dunia menjadi 71 jiwa.
“Penambahan satu korban meninggal berada di wilayah Kabupaten Nagekeo,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Berton menyampaikan total pengungsi mencapai 59.647 jiwa. Jumlah terbanyak berada di Kabupaten Manggarai, yakni 20.333 jiwa. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan setiap getaran kecil sebagai alasan untuk panik.
“Setiap getaran harus disikapi dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang benar, seperti melindungi diri, menjauh dari bangunan yang berisiko, serta mengikuti prosedur keselamatan yang telah disosialisasikan,” ucapnya.
Dampak bencana dirasakan sektor kesehatan. Operasional dua rumah sakit, yakni RS Pratama Rajad dan RS Aeramo, lumpuh. Selain itu, bangunan tiga puskesmas mengalami kerusakan.
Menghadapi kondisi darurat fasilitas kesehatan, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menetapkan tiga prioritas. Pertama, mempercepat identifikasi dan pelayanan medis melalui sistem triase dalam tiga hingga lima hari ke depan. Pasien kritis akan dirujuk ke rumah sakit, sedangkan pasien dengan luka ringan ditangani di puskesmas atau tenda darurat.
“Tugas prioritas Kementerian Kesehatan saat tanggap darurat nomor satu adalah pasiennya, bukan fasilitas pelayanannya. Pasiennya nomor satu, sesudah itu baru nomor dua kita perbaiki fasilitas yang rusak,” katanya di Nagekeo, Selasa (18/8/2026).
Prioritas kedua ialah rehabilitasi infrastruktur fasilitas kesehatan rusak, dengan target pembangunan maupun renovasi rampung dalam delapan hingga 12 bulan. Prioritas ketiga adalah trauma healing.
“Tingginya ketakutan warga terhadap gempa susulan mendorong Kemenkes menggandeng organisasi profesi untuk mendatangkan konselor ke NTT,” ucap Budi.