UIN KH Saifuddin Zuhri Raih Predikat World's Three Star University, Apa Maknanya?
Senin, 13 Juli 2026 | 13:30 WIB
Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto, Jawa Tengah. (Foto: uinsaizu.ac.id)
Purwokerto, NU Online
Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto, Jawa Tengah mencatatkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih predikat World's Three Star University pada QS Stars Rating 2026. Dalam penilaian tersebut, kampus binaan Kementerian Agama itu memperoleh skor 528.
Predikat tersebut merupakan pengakuan internasional atas kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. QS Stars Rating merupakan sistem penilaian perguruan tinggi yang dikembangkan oleh Quacquarelli Symonds (QS), lembaga pemeringkatan pendidikan tinggi bertaraf internasional.
Berbeda dengan pemeringkatan universitas yang bersifat kompetitif, QS Stars menilai capaian institusi berdasarkan berbagai indikator mutu. Penilaian meliputi kualitas pembelajaran, sumber daya manusia, fasilitas, daya serap lulusan, tata kelola, kekuatan akademik, internasionalisasi, inovasi, inklusivitas, hingga dampak sosial yang dihasilkan perguruan tinggi.
Rektor UIN SAIZU Purwokerto, Prof. Ridwan, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan komitmen seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu sekaligus meningkatkan reputasi kampus di tingkat internasional.
"Alhamdulillah, UIN SAIZU berhasil meraih predikat World's Three Star University pada QS Stars Rating 2026 dengan skor 528. Ini merupakan buah dari kerja keras, sinergi, dan komitmen seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu serta meningkatkan reputasi UIN SAIZU di tingkat internasional," ujarnya.
Menurut Ridwan, raihan tersebut semakin meneguhkan visi UIN SAIZU sebagai kampus desa mendunia. Meski berlokasi di Purwokerto, kampus terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, serta memperluas jejaring internasional.
"Predikat QS Stars ini meneguhkan komitmen bahwa meskipun kampus kami berada di desa, atmosfer akademiknya mendunia," kata Ridwan dilansir laman resmi kemenag.go.id.
Komitmen internasionalisasi itu juga tercermin dari meningkatnya keberagaman sivitas akademika. Saat ini UIN SAIZU memiliki 53 mahasiswa internasional yang berasal dari 17 negara, sehingga memperkuat atmosfer akademik yang inklusif dan berwawasan global.
Ridwan turut menyampaikan apresiasi kepada pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta para mitra yang telah berkontribusi terhadap pencapaian tersebut.
"Capaian ini menjadi motivasi bagi UIN SAIZU untuk terus melakukan continuous improvement, memperluas manfaat bagi masyarakat, serta memperkuat reputasi sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan kompetitif di tingkat dunia," tuturnya.
Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN SAIZU, Prof. Supriyanto. Ia mengapresiasi seluruh sivitas akademika atas kontribusi mereka selama proses penilaian QS Stars.
"Terima kasih atas partisipasi dan kinerja seluruh sivitas UIN SAIZU Purwokerto dalam pencapaian pemeringkatan internasional QS Stars dengan skor 528," ujarnya.
Sekilas KH Saifuddin Zuhri
UIN SAIZU menggunakan nama Prof. K.H. Saifuddin Zuhri sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu tokoh nasional dan ulama Nahdlatul Ulama (NU). KH Saifuddin Zuhri (1919–1986) dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, jurnalis, pendidik, dan cendekiawan Muslim.
Ia pernah menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia pada periode 1962–1967 serta aktif memperjuangkan penguatan pendidikan Islam dan kehidupan beragama di Indonesia.
Selain kiprahnya di pemerintahan, ia juga dikenal sebagai penulis sejumlah karya, di antaranya autobiografi Berangkat dari Pesantren dan Guruku Orang-Orang dari Pesantren yang merekam perjalanan hidup, perjuangan, dan pemikirannya.