Jakarta, NU Online
Hari Jumat merupakan waktu spesial bagi umat Islam karena disebut sebagai pimpinannya hari-hari. Beragam ibadah kian berlipat pahalanya jika dilakukan pada hari tersebut.
Usai jamaah shalat Jumat, Imam Al-Ghazali menganjurkan membaca wirid khusus. Hal ini sebagaimana dijelaskan Ustadz Mahbib Khoiron berdasarkan kitab Bidayatul Hidayah dalam artikelnya berjudul Susunan Wirid Hari Jumat Imam Al-Ghazali yang dikutip NU Online pada Jumat (5/6/2026).
Adapun wirid yang dimaksud adalah sebagai berikut.
- Surat al-Fatihah sebanyak tujuh kali
- Surat al-Ikhlas sebanyak tujuh kali
- Surat al-Falaq sebanyak tujuh kali
- Surat an-Nas sebanyak sebanyak tujuh kali
Imam Al-Ghazali menyebut bacaan-bacaan itu menjadi benteng dan memelihara seseorang dari gangguan setan, mulai dari hari Jumat saat mewiridkannya hingga Jumat berikutnya.
Setelah membaca surat-surat tersebut, dianjurkan untuk melanjutkannya dengan membaca doa di bawah ini.
Baca Juga
Amalan Dzikir Hilangkan Kegelisahan
اَللَّهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيْدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ يَا رَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ أَغْنِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allâhumma yâ ghaniyyu yâ hamîd, yâ mubdi’u wa yu‘îd, yâ rahîmu yâ wadûd. Aghninî bi halâlika ‘an harâmik, wa thâ‘atika ‘an ma‘shiyatik, wa bi fadhlika ‘an man siwâka.
Artinya: “Ya Allah, Yang Maha Kaya, Maha Terpuji, Maha Pencipta, Maha Kuasa Mengembalikan, Maha Penyayang, dan Maha Kasih. Cukupi aku dengan harta halal-Mu, bukan dengan yang haram. Isilah hari-hariku dengan taat kepada-Mu, bukan mendurhakai-Mu. Cukupi diriku dengan karunia-Mu, bukan selain-Mu.
Baca Juga
Enam Syarat Sah Pelaksanaan Shalat Jumat
Sesudahnya, dianjurkan untuk meneruskan amalan tersebut dengan shalat dua rakaat atau enam rakaat (satu salam setiap dua rakaat). Hal demikian berdasarkan hadits Rasulullah yang meriwayatkan tentang hal itu dalam berbagai kesempatan.
Ustadz Mahbib menjelaskan bahwa Imam Al-Ghazali juga menganjurkan agar tetap berada di masjid hingga Ashar atau bahkan Maghrib. Hal ini mengingat adanya waktu rahasia di hari Jumat yang sangat mustajab.
"Barangkali dengan tetap berada di masjid, kita mendapati momen spesial itu pas ketika kita sedang khusyuk-khusyuknya, merendahkan diri kepada Allah. Tentu saja selama di masjid tak disarankan kita bergabung di forum ngobrol atau majelis yang mubazir, kecuali forum keilmuan yang kian mendekatkan diri kita kepada Allah dan semakin menjauhkan ikatan hati kita kepada dunia," pungkas Ustadz Mahbib.