Pesantren

Rektor UIN Malang Terpikat Pendidikan Model Pesantren

Ahad, 29 Desember 2013 | 13:00 WIB

Pamekasan, NU Online
Rektor UIN Maliki Malang, Jawa Timur Prof Dr Imam Suprayogi menjadi pemakalah dalam peresmian sekolah tinggi di Pondok Pesantren Al-Hamidy, Banyuanyar, Palengaan, Pamekasan, Ahad (29/12).
<>
Dalam kesempatan itu, sang profesor menyatakan dirinya tidak pernah mondok di pesantren. Namun, dirinya sudah melakukan penelitian secara mendalam terkait ruh pendidikan di dalamnya. Dia mengaitkan dengan pendidikan maju di belahan dunia.

"Selama sebulan, saya pernah melihat pendidikan maju di Eropa. Di Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan negara-negara Australi, Irak, Saudi Arabia, Yaman, Maroko, Rusia, dan negara maju lainnya," ungkap profesor.

Tapi yang cocok model pendidikan baginya bukan di negara-negara maju itu. Melainkan, model pendidikan di pesantren lah yang sangat mengikat hatinya.

"Sebab, pesantren tidak hanya mendidik akal pikiran, tapi juga hati dan keterampilan. Keterampilan dan kemandirian di pesantren betul-betul dikembangkan secara utuh," ungkapnya.

Pendidikan di luar pesantren, terangnya, umumnya hanya mengandalkan buku. Setelah guru selesai menyampaikan materi, dirinya merasa sudah selesai menjalankan tugas.

"Tapi di pesantren, tidak hanya seperti itu. Di pesantren, pendidikan dilengkapi dengan contoh atau teladan baik dari kiai dan para ustadz di dalamnya," tukas profesor yang dikenal produktif dalam menulis ini. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)


Terkait