Tuhan...
Malam ini, hamba mencoba kembali datang bertamu ke rumah-Mu
Setelah bertahun-tahun hamba melupakan-Mu, karena nafsu duniawi
Walau teramat sungkan, dengan rasa malu yang tertahan
Kuberanikan diri mengetuk pintu rumah-Mu<>
Tuhan...
Malam ini ku ingin bertamu kerumah-Mu
Ku ingin berbincang dengan-Mu
Ku ingin Engkau dengarkan harapanku
Ya Ghoffar...
Ku mohon ampunan-Mu
Jika kedatanganku malam ini benarbenar tidak pantas berada di haribaan-Mu, menghadap-Mu
Datang dengan maksiat dan kilauan dosa
Datang dengan kebejatan dan keingkaran
Datang dengan kelalaian dan ke alfaan
Ya Rob...
Mungkin kedatanganku malam ini teramat jauh dari kewajaran
Tapi ya Rob... aku lelah menapaki jalan ini
Tak pernah kutemukan ketenangan bathin
Bahagia yang ku dapat hanya sesaat
Ketenangan yang ku rasa hanya sepintas
Semua karena egoku memperturutkan nafsu
Ya Robbul Albaab
Malam ini aku benarbenar ingin bertamu ke rumah-Mu
Sudilah kiranya Engkau buka pintu ampunan atas segala bentuk kelalaianku
Aku baru menyadari betapa salah langkah yang kutempuh
Ku yakini Engkau Tuhanku, tapi kunikmati ajakan nafsu
Ku imani Kitab-Mu, tapi tak kuamalkan isi dan ajaran yg terkandung di dalamnya
Ku imanu Nabi-nabi-Mu, tapi kuacuhkan ajakannya
Ku imani Malaikat-Mu, tapi tak sedikutpun pernah kupahami tugastugasnya
Ya Jaljalaaly
Selama ini kuturuti ajakan nafsu, tanpa rasa takut ingkar pada-Mu
Selama ini kubanggakan jerih payahku, tanpa sadar semua itu dari-Mu
Selama ini kuterlalu kikir dengan harta, tanpa sadar ada hak hamba-Mu yang lain di sana
Ya Rohman...
Kini ku sadari betapa sesatnya jalanku
Kini ku ingin dekat dan selalu berada di sisi-Mu
Menjadi pelayan-Mu, bukan pelayan nafsu
Menjadi hamba-Mu, bukan pengikut thogut
Ya Rohiym...
Sadarkan kesesatanku dengan petunjuk-Mu
Sadarkan kekhilafanku dengan ampunan-Mu
Ya Robbal 'Alamiyn
Kini ku pamit pulang
Aku malu berlama-lama bertamu di rumah-Mu
Aku pamit tuk menjalani harihari baru dalam hidupku
Harihari di mana kumulai menapakinya dengan petunjuk-Mu
Tuhan....
Ku mohon pertimbangkanlah keinginanku
Agar aku kembali terlahir sebagai hamba, yang benarbenar hanya mengabdi pada-Mu.
Bali, awal Juni 2015
Iskandar Idris, Sekretaris PC GP Ansor Gianyar Bali. Mulai menekuni sastra husunya puisi saat kuliah di PPs IAIN Sunan Ampel. Antologi Puisi Tarian Jemari merupakan buku puisi pertamanya kolaborasi dengan teman-teman Dunia Aksara