Gus Yahya Sebut Kepergian Ketum Fatayat Margaret adalah Kehilangan Besar bagi Keluarga NU
NU Online · Ahad, 1 Maret 2026 | 14:15 WIB
Ketum PBNU Gus Yahya bersama para pelayat sedang mendoakan almarhumah Margaret Aliyatul Maimunah di Kantor PBNU, Jakarta, pada Ahad (1/3/2026). (Foto: dok. PBNU)
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Ratusan pelayat memadati Gedung Kantor PBNU untuk mengikuti salat jenazah Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah. Salat jenazah yang didahului dengan salat zuhur berjamaah ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
Dalam sambutannya setelah menyalatkan jenazah, Gus Yahya menyampaikan bahwa kepergian almarhumah merupakan kehilangan besar bagi Fatayat NU dan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama.
"Hari ini kita melepas sahabat Margaret Aliyatul Maimunah, kehilangan besar bagi Fatayat dan jam’iyah. Tapi insyaallah masih ada banyak Margaret-Margaret lain yang siap menyerahkan jiwa raganya bagi jam’iyah, bangsa, dan negara," tuturnya.
Gus Yahya menambahkan, almarhumah termasuk dalam janji Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan mendapat bagian dalam doa pendiri NU itu.
"Semoga pada waktunya nanti kita semua dipertemukan kembali dengan sahabat yang kita cintai di surga Allah, bersama para guru dan masyayikh, serta junjungan kita Nabi Muhammad," lanjutnya.
Ia juga menekankan bahwa setiap kader Nahdliyin berusaha memberikan yang terbaik bagi jam’iyah, termasuk almarhumah.
"Setiap kader Nahdliyin ingin mengambil bagian dari barakah jam’iyah yang besar ini. Kita semua berupaya memberikan yang terbaik, namun tidak ada seorang pun yang tahu sampai di mana kesempatan kita untuk berkhidmat kepada jam’iyah," ujar Gus Yahya.
Gus Yahya menutup sambutannya dengan menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga almarhumah atas kesabaran dan ketabahan mereka selama mendiang mengabdikan diri.
"Semoga kesabaran dan ketabahan itu terus dikuatkan oleh Allah dalam sanubari keluarga yang ditinggalkan, juga di hati kita semua," ujarnya.
Margaret Aliyatul Maimunah, putri KH Mohammad Faruq, meninggal dunia pada Minggu (1/3/2026) pukul 08.25 WIB di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. Selain menjabat Ketua Umum PP Fatayat NU, almarhumah juga memimpin sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Kabar berpulangnya almarhumah disampaikan oleh suaminya, KH Abdullah Masud, Ketua PCNU Tangerang Selatan. Keluarga memohon doa agar amal ibadah almarhumah diterima dan segala khilafnya diampuni.
Jenazah dibawa ke kantor PBNU untuk dishalatkan setelah salat zuhur, sebelum akhirnya akan dimakamkan di Kompleks Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur.
Terpopuler
1
Keluar Mani yang Tidak dan Membatalkan Puasa
2
Khutbah Jumat: Ramadhan dan Kesempatan yang Tidak Selalu Terulang
3
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
4
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
5
Kultum Ramadhan: Keutamaan Tarawih dan Witir
6
Khutbah Jumat: 4 Cara Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Ibadah
Terkini
Lihat Semua