Adabul Fatah: Pendidikan Etika bagi Para Wanita Usia Remaja hingga Berkeluarga
Selasa, 30 Juni 2026 | 17:00 WIB
“Seseorang yang beretika akan disenangi oleh Allah dan sesama manusia. Ia (tercatat) sebagai orang yang berbahagia (selamat) di kehidupan dunia dan akhirat. Citranya bagus, rekam jejaknya harum, dan dicintai”. Inilah buah yang akan dipetik oleh setiap orang yang beretika, sebagaimana termaktub pada halaman 8 dalam kitab ini.
Membaca, menyimak, atau mengkaji kitab-kitab berkonten pendidikan etika tidak hanya untuk memperoleh tambahan ilmu. Lebih dari itu, pendidikan etika merupakan gerbang utama untuk membangun kesuksesan di dunia dan akhirat. Sukses dalam arti citra dan rekam jejaknya tidak hanya harum di hidung sesama manusia, tetapi juga disenangi oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan alasan inilah, penting sekali untuk membaca dan memahami kitab bergenre etika seperti kitab ini. Tujuannya sederhana, supaya bisa mengamalkan nilai-nilai etika islami dengan harapan tercatat sebagai manusia yang beretika.
Nah, kitab ini hadir di tengah masyarakat untuk membangun manusia yang memiliki etika atau moral. Tidak banyak kitab atau buku yang secara khusus membahas etika bagi wanita secara komprehensif, yang membahas mulai dari etika pada usia muda hingga dewasa.
Di antara segelintir kitab yang memiliki konten sedemikian komprehensif adalah kitab bertajuk Adabul Fatah, karya Syekh Ali Fikri. Sebelum lebih jauh mengulik kitab ini dari berbagai sisi, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan penulisnya, yaitu Syekh Ali Fikri.
Siapa Syekh Ali Fikri itu? Berikut profil ringkasnya meliputi tahun lahir dan wafat, karier di dunia pendidikan, serta beberapa karya kitabnya.
Profil Ringkas Penulis
Penulis kitab ini bernama Ali Fikri bin Muhammad bin Abdullah al-Hakim. Nasabnya bersambung dengan Sayyidina Al-Husain. Ia lahir dan wafat di Kairo, Mesir. Lahir pada tahun 1296 H atau bertepatan dengan tahun 1879 M, dan wafat pada tahun 1372 H atau bertepatan dengan tahun 1953 M.
Selain dikenal sebagai tokoh yang produktif dalam melahirkan karya tulis, khususnya tentang tema etika, ia juga menghabiskan waktu untuk mengajar. Puncaknya, ia pernah menjabat sebagai salah satu katib di Kementerian Pendidikan. Setelah itu, pada tahun 1913 M, ia dipindahkan ke Dar al-Kutub al-Mishriyyah atau Perpustakaan Nasional Mesir sebagai kepala bagian kurator naskah (ra'isul mughayyirin).
Karya-karya Kitabnya
Karya tulisnya yang sudah tercetak dan diterbitkan di berbagai penerbit di antaranya adalah:
- Al-Qur'an Yanbu' al-'Ulum wa al-'Irfan (3 jilid);
- Adabul Fata;
- Adabul Fatah;
- 'Izhatun Nisa';
- Musamarat al-Banat (2 jilid);
- Al-Mukatabatul Fikriyyah;
- Dalilul 'Umlah wal Mu'amalah;
- Sa'adatul Zaujain;
- At-Tarbiyatul Ijtima'iyyah;
- Sabilun Najah;
- Tarbiyatul Banin;
- Al-Insan (2 jilid);
- Al-Adab al-Islamiyyah;
- Taqwimul Akhlaq;
- As-Samirul Muhazzab (4 jilid);
- Al-Mu'amalat al-Maddiyyah wal Adabiyyah (4 jilid);
- Ahsanul Qashash (5 jilid).
Profil ringkas dan karya-karya di muka tercatat dalam karya Syekh Khairuddin Az-Zirikli, dalam kitab Al-A'lam lil-Zirikli, [Beirut: Darul Ilmi, 2002 M], jilid IV, hlm. 319—320.
Tentang Kitab Adabul Fatah
Sekilas dilihat dari judulnya, mungkin para pembaca mengira kitab ini hanya berkonten tentang etika para pemudi, para wanita remaja, sebagaimana tersirat dari makna judul, yaitu adab yang secara teks bermakna etika dan al-fatah yang bermakna pemudi.
Pemaknaan semacam ini sebenarnya tidak ada yang salah. Memang secara garis besar kitab ini membahas tentang etika-etika yang harus diketahui dan diimplementasikan oleh setiap wanita remaja. Namun, ketika dibaca sampai khatam, ternyata kitab ini tidak hanya berbicara tentang etika bagi remaja.
Lebih dari itu, kitab ini memuat konten pendidikan etika yang sangat komprehensif. Mulai dari etika pada usia remaja hingga dewasa, bahkan etika yang berkaitan dengan pemilihan calon suami, saat berkeluarga, dan saat menjadi seorang ibu dari si kecil pun dibahas. Jadi, sangat bagus untuk dibaca oleh siapa pun, khususnya kaum hawa.
Tiga Pembahasan Pokok: Etika Pribadi, Etika Bersosial, dan Etika bersama Keluarga
Etika pribadi, etika sosial, dan etika bersama keluarga. Inilah tiga pembahasan pokok yang disajikan dalam kitab ini. Etika khusus untuk kaum hawa. Pertama, etika pribadi. Artinya, bagaimana memperlakukan seluruh anggota badan kita sebaik mungkin.
Kedua, etika bersosial. Bersosial dengan orang tua, saudara kandung, kerabat, tetangga, dan masyarakat pada umumnya. Dan ketiga, etika bersama keluarga. Maksud keluarga di sini adalah suami dan anak. Pada pembahasan ini juga dibahas metode mendidik yang dapat dilaksanakan oleh para bunda.
Metode Penulisan: Rinci, Sistematis, Praktis, dan Komprehensif
Para pembaca akan disuguhi pendidikan etika mulai dari etika yang berkaitan dengan pribadi hingga etika bersosialisasi dengan masyarakat, dari etika pada usia remaja hingga etika bagi para orang tua yang sudah memiliki buah hati.
Selain itu, secara penulisan, kitab ini diuraikan dan dijelaskan secara rinci, sistematis, dan praktis, serta menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami. Saat menjelaskan etika yang berkaitan dengan sekolah, misalnya, Syekh Ali memulainya dengan ajakan untuk berangkat sekolah pagi-pagi agar tidak terlambat.
Hal ini sudah menunjukkan bahwa kitab ini sangat rinci, saat menguraikan satu etika, A–Z dibahas semua. Saking rincinya, terkadang etika yang disampaikan tidak hanya khusus bagi perempuan, tetapi juga mencakup laki-laki.
Misal di atas juga mengisyaratkan sisi kepraktisan kitab ini. Tidak hanya menyuguhkan teori, tetapi langsung pada praktik di lapangan. Alih-alih menjelaskan teori bahwa salah satu etika saat bersekolah adalah tidak telat, Syekh Ali Fikri langsung menganjurkan agar berangkat secepat mungkin.
Inilah dua ciri khas yang tampak ketika membaca kitab ini, rinci dan praktis. Sementara itu, sisi sistematisnya bisa kita lihat dari model penulisan yang dibuat dengan penomoran. Secara konsisten, topik-topik etika disajikan dengan penomoran poin. Mari simak contoh berikut:
"(Menjaga) Kebersihan dan Kesehatan Mulut:
- Berkumur setiap pagi menggunakan air yang bersih dan suci;
- Sebaiknya kita menjaga gigi dengan menyikatnya setiap saat, terutama setelah makan. Bisa dilakukan dengan menggunakan tusuk gigi, sikat gigi, atau dengan sepotong bulu yang bersih;
- Sebaiknya kita perhatian terhadap aktivitas mencuci mulut dan bersiwak, tidak hanya dilakukan pada pagi hari saja, tapi setiap kali selesai makan;
- Secara medis, tidak diperbolehkan merokok karena ia merupakan racun yang membunuh secara perlahan. Hal ini sudah lebih dari cukup sebagai nasihat untuk menjauhinya.” (Lihat: halaman 22).
Inilah contoh dari sisi sistematisnya. Dari contoh ini juga tergambar sisi lain dari konten tersebut. Coba kita perhatikan, kitab bergenre etika, tapi terdapat pembahasan tentang menjaga kebersihan dan kesehatan mulut.
Apa hubungannya dengan etika? Iya, benar sekali. Inilah sisi lain yang jarang kita jumpai dalam kitab-kitab akhlak lain, tetapi Syekh Ali Fikri membahasnya, yaitu etika bersama anggota badan kita. Salah satu bentuk etika tersebut adalah menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Jadi, jangan heran dengan contoh di atas.
Lebih jauh lagi, poin keempat dalam contoh di atas juga menggambarkan keunikan kitab ini. Poin keempat tersebut menyinggung soal rokok. Ia tidak hanya berkaitan dengan kesehatan mulut. Secara medis, hal ini juga berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita. Nah, para pembaca juga akan sering menjumpai penjelasan dari sisi medis.
Dengan alasan ini, rasanya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kitab ini juga sangat relevan dengan kondisi Indonesia sekarang yang sedang menghadapi krisis etika, kebersihan, dan masih jauh dari kata “biasa hidup sehat”.
Jadi, setelah membaca kitab ini, kita akan menyadari bahwa banyak nilai-nilai etika Islami yang berkaitan erat dengan kebersihan dan kesehatan, serta selaras dengan ilmu kedokteran.
Penasaran dengan sisi-sisi unik lainnya? Silakan merujuk langsung pada kitab yang bertajuk Adabul Fatah ini. Insya Allah banyak sekali nilai-nilai etika Islami yang sangat penting untuk kita ketahui, amalkan, dan sangat relevan hingga saat ini. Wallahu a'lam.
Identitas Kitab
• Judul: Adabul Fatah;
• Penulis: Syekh Ali Fikri bin dr. Muhammad bin Abdullah al-Hakim;
• Penerbit: Beirut Lebanon, Darul Kutub al-'Ilmiyyah;
• Cetakan: 1986 M/1406 H; dan
• Tebal: 144 halaman.
Peresensi: Syifaul Qulub Amin, alumnus PP Nurul Cholil, sekarang aktif menjadi perumus LBM PP Nurul Cholil dan editor website PCNU Bangkalan