Khidmah Tanpa Henti: Membaca Kembali Buku Sejarah Muslimat NU
Senin, 30 Maret 2026 | 15:00 WIB
Dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD ART) Nahdlatul Ulama, dijelaskan mengenai badan otonom (banom)-nya. Salah satu dari banom tersebut, yakni Muslimat NU yang teruntuk anggota perempuan NU.
Muslimat NU resmi berdiri pada tanggal 28 Maret 1946 di Purwokerto, bersamaan dengan penyelenggaraan Muktamar ke-16 NU. Forum Muktamar menyetujui, Muslimat menjadi bagian NU, dengan nama Nahdlatul Ulama Muslimat disingkat NUM, yang kemudian berganti hingga kini menjadi Muslimat NU.
Untuk mengetahui perkembangan Muslimat NU dari waktu ke waktu, maka kita perlu melihat dan membaca banyak literatur, baik berupa foto, video, dokumen, arsip, buku, dan lain sebagainya yang mengangkat tema tentang Muslimat NU. Dalam konteks buku, setidaknya ada tiga buku babon yang dapat kita baca, yang membahas Muslimat NU secara lengkap.
Pertama, yakni buku Sedjarah Lahirnja Muslimaat NU di Indonesia yang disusun oleh Ny Hj Aisyah Dachlan. Buku ini dIterbitkan pada tahun 1955, bersamaan dengan momen Harlah ke-9 Muslimat NU. Kemudian, yang kedua, berjudul Sejarah Muslimat NU, yang terbit pada tahun 1979 yang diterbitkan oleh PP Muslimat NU.
Buku yang ketiga, adalah buku yang akan kita bahas dalam artikel ini, yakni berjudul 50 Tahun Muslimat NU, Berkhidmat untuk Agama, Negara, dan Bangsa. Buku yang diterbitkan oleh PP Muslimat NU pada tahun 1996 ini, menjadi penanda momen setengah abad Muslimat NU.
Dalam kata sambutan, Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU) saat itu, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengatakan terbitnya buku ini menjadi catatan sejarah dan perkembangan Muslimat NU selama 50 tahun, di sisi lain berisi nilai-nilai, semangat, dan motivasi gerakan wanita NU yang merupakan bagian tak terpisahkan dari gerakan wanita Indonesia.
Meski ditulis 30 tahun silam, tapi buku ini masih relevan untuk menjadi sumber inspirasi dan ketauladanan bagi generasi masa kini dan mendatang. Gus Dur mengatakan:
"Buku tersebut juga merupakan sumber ketauladanan bagi generasi muda, khususnya wanita, dalam berkiprah di berbagai bidang kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan dengan tidak melupakan fitrahnya sebagai wanita dan sekaligus sebagai muslimat,"
Senada dengan Gus Dur, Ketua PP Muslimat NU saat itu, Ny Hj Aisyah Hamid Baidlowi mengatakan, selain menjadi inspirasi untuk generasi mendatang, juga sebagai pengingat akan jasa para pendahulu yang telah banyak berjasa dalam mendirikan dan mengembangkan Muslimat NU.
"Keberadaan Muslimat NU seperti yang terlihat saat ini adalah hasil perjuangan yang tidak mengenal lelah dari para pejuang, aktivis, sukarelawan Muslimat NU, sejak kelahirannya sampai sekarang dan dari daerah pedesaan sampai ke pusat. Seluruh prestasi Muslimat NU diraih melalui pengorbanan moril maupun materiil dari seluruh pecinta Muslimat NU,"
Kiprah dan Harapan
Secara keseluruhan, buku 50 Tahun Muslimat NU ini memuat kiprah Muslimat NU dari masa ke masa, khususnya dalam konteks ketika buku ini ditulis, yakni dimulai pada masa sebelum berdiri hingga tahun 1996. Buku terdiri dari 5 bab disertai dengan lampiran-lampiran penting seperti susunan pengurus PP Muslimat NU, AD/ART (kini PD/PRT) tahun 1995-2000, dan lain sebagainya.
Dalam lampiran juga memuat dokumen Peraturan Khususi NU Muslimat yang dibuat pada tahun 1946. Peraturan Khususi NU Muslimat ini merupakan AD/ART Muslimat NU yang pertama, yang disusun oleh KH M Dachlan dan A A Diyar, serta disetujui dan ditandatangani oleh Rais Akbar Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari dan KH A. Wahab Chasbullah. Peraturan Khususi ini kemudian mengalami perubahan, seusai perkembangan zaman, menjadi PD/PRT Muslimat NU sekarang.
Sedangkan pada pembagian lima bab, memuat judul sebagai berikut: Bab I berjudul Potret Wanita Indonesia, dengan penjelasan mengenai wanita Indonesia pada masa pergerakan dan Gerakan Wanita Islam di Indonesia. Kemudian Bab II menjelaskan proses lahirnya Muslimat NU.
Pada Bab III diterangkan mengenai khidmah dan pengabdian Muslimat NU di berbagai bidang. Mulai dari bidang pendidikan, sosial, ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Sedangkan Bab IV berisi infografis mengenai ikhtisar sejarah dan perkembangan Muslimat NU dari masa ke masa. Pada bab ini, kita akan dimudahkan untuk melacak hal-hal penting yang pernah terjadi pada Muslimat NU serta berbagai dinamika situasi yang terjadi di Indonesia.
Untuk mengenal lebih detail mengenai para tokoh-tokoh penting Muslimat NU, kita dapat membacanya pada Bab V yang memuat judul Mereka yang Berjasa. Pada bab tersebut terdapat sejumlah nama seperti Ny Hajjah R Djuaesih (Wanita Muslimat NU yang pertama naik mimbar), Ny Chodidjah Dachlan (penulis muqaddimah Anggaran Dasar yang pertama), dan Ny Machmudah Mawardi (Ketum Muslimat NU periode 1950-1979).
Selain nama-nama tersebut adapula Ny Aisyah Dahlan, Ny Solichah Wahid Hasyim, Ny Solechah Saifuddin Zuhri, Ny Chasanah Mansur, Ny Asmah Sjachruni, Ny Ali Masyhar, Ny Malichah Agus Salim, dan Ny Aisyah Hamid Baidlowi.
Pada akhirnya, penerbitan buku ini tentu selaras dengan salah satu tujuan berdirinya organisasi Muslimat NU, yakni untuk mewujudkan wanita Indonesia yang berkualitas, mandiri, dan bertakwa kepada Allah SWT. Hal tersebut juga menjadi pesan Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) pada masa itu, Ny Hj Enny Busiri. Dalam kata sambutan ia menuliskan:
"Dirgahayu Muslimat NU! Semoga dengan bimbingan dan petunjuk Allah SWT, Muslimat NU makin dirasakan kualitas perannya, bagi anggotanya, terutama bagi bangsa dan negara,"
Kiranya, kita pada momen Harlah ke-80 Muslimat NU ini, kita juga mengamini menjadi harapan tersebut. Semoga Muslimat NU makin berkah dan bermanfaat. Harapan lainnya adalah ada penerbitan buku sejarah Muslimat NU yang terkini.
Identitas Buku
Judul : 50 Tahun Muslimat NU, Berkhidmat untuk Agama, Negara, dan Bangsa
Penulis: Tim Penulis, diketuai oleh Ny H Asmah Sjahruni
Tebal : 154 halaman isi + 70 halaman pengantar dan lampiran
Terbit : 1996
Penerbit: PP Muslimat NU
Peresensi: Ajie Najmuddin, Penulis Buku Menyambut Satu Abad NU