Medan, NU Online
Konferensi Wilayah (Konferwil) XVI Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan digelar di Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan, 30 Maret hingga 1 April mendatang. Sekira 2000 nahdliyin (warga NU) akan menghadiri acara pembukaan Konferwil yang dijadwalkan, Jumat (30/3) pukul 14.10 WIB.
“Konferwil akan dibuka Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, dihadiri unsur Muspida Sumut, Wali Kota Medan Rahudman Harahap sebagai tuan rumah, dan diisi tausiyah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj,” ujar Ketua Pengurus Wilayah (PW) NU Sumut H Ashari Tambunan, didampingi Rais Syuriyah PW NU Sumut Prof Dr H Pagar Hasibuan MA, Katib Suriyah Drs H Musaddad Lubis MA, Ketua Panitia Konferwil Drs H Mhd Hatta Siregar SH, MSi, dan Sekretaris Drs H Abdullah Nasution, kepada pers di kantor PWNU Sumut, Jalan Sei Batanghari Medan, Sabtu (25/2).
<>
Konferwil XV NU Sumut ini, kata Ashari, mengambil tema “Meningkatkan Khidmah Nahdliyyah Sumut di Tengah Pluralitas Bangsa yang Sejahtera, Demokratis dan Bermartabat”. Untuk itu, konferwil akan diisi cermah KH Said Aqil Siroj bertajuk “Aktualisasi Wawasan Ahlussunnah Waljamaah dalam Kehidupan Berbangsa”. Juga ada ceramah “Strategi Pengembangan Ekonomi Umat Berbasis Syari’ah”.
Konferwil ini, tambah Ashari, digelar sehubungan akan berakhirnya kepengurusan PW NU Sumut periode 2007-2012 pada Maret mendatang. Tujuan konferwil, antara lain mengevaluasi program kerja periode 2007-2012 sebagai dasar menentukan kinerja NU Sumut lima tahun ke depan. Forum bahstul masail dan penyusunan program kerja juga akan mewarnai jalannya acara tersebut dengan melibatkan seluruh stakholder, seperti ulama dan pimpinan pondok pesantren.
“Agenda lainnya adalah memilih dan menyusun pengurus PWNU Sumut masa khidmat 2012-2017,” ujar Ashari Tambunan yang saat itu juga didampingi Wakil Ketua Panitia Upar Pulungan, Wakil Sekretaris Emir Elzuhdi Batubara, Wakil Sekretaris Pengarah H Khairuddin Hutasuhut, dan Bidang Bakti Sosial Baharuddin Berutu.
Ditanya tentang bursa calon ketua tanfidziyah (eksekutif-Red) dan rais syuriyah (pimpinan tertinggi), Ashari menyatakan, tradisi NU lebih mengedepankan mengusung kriteria ketimbang nama figur calon. Dia berharap, konferensi yang diikuti 350 peserta dari unsur wilayah, PB dan 32 pengurus cabang (PC) itu, tradisi seperti itu juga akan tetap mewarnai Konferwil XVI NU Sumut nantinya, sehingga terhindar dari hiruk pikuk money politics (politik uang).
“NU tidak mengenal politik uang dalam pemilihan pengurus. Juga tidak ada kasak-kusuk. Sebab, pemilihan pemimpin di NU adalah memilih orang yang memikul amanah. Karenanya, di NU tidak mengenal pencalonan diri, melainkan dicalonkan oleh peserta konferwil,” tandas Ashari yang sudah dua periode memimpin NU Sumut itu.
Pra-Konferwil
Ketua Panitia H Mhd Hatta Siregar dalam kesempatan itu mengatakan, sebelum pelaksanaan konferwil, panitia menggelar sejumlah kegiatan pra-konferesi. Antara lain bahtsul masail diniyah ulama pesantren di Padang Lawas Utara pada 25-26 Maret. Kemudian silaturahmi alim ulama, tokoh dan kader NU Sumut di aula PW NU Sumut 23 Maret mendatang. Juga ada kerjasama penertiban aset tanah NU Sumut dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Selanjutnya memberikan bingkisan kepada petugas kebersihan di tiga kecamatan di Medan. Lalu, melaksanakan Rapimnas Lembaga Takmir Masjid Regional Sumbagut di Medan. Selain itu, panitia menerbitkan profil tokoh dan ulama NU Sumut serta Warta NU Sumut.
Redaktur: Mukafi Niam