Warta

2009 Depag akan Alokasikan Beasiswa untuk 1,1 Juta Siswa

Jumat, 16 Januari 2009 | 00:04 WIB

Jakarta, NU Online
Menyusul peningkatan anggaran pendidikan yang dikelola Departemen Agama, pada tahun 2009 akan mengalokasi beasiswa bagi 1.198.000 siswa dan 66.700 mahasiswa.

Demikian dikatakan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni kepada wartawan di kantor Depag Pusat Jakarta, Kamis (15/1), didampingi Sekjen Bahrul Hayat dan Dirjen Pendidikan Islam Mohammad Ali.<>

Menag memaparkan, unit cost beasiswa siswa miskin MI (Madrasah Ibtidaiyah) adalah Rp 360.000; unit cost miskin MTs (Madrasah Tsanawiyah) Rp 720.000; unit cost MI anak PNS Gol I,II dan tamtama TNI/Polri Rp 250.000; unit cost siswa MTs anak PNS Gol I, II dan Tamtama TNI/Polri Rp 350.000.

Unit cost siswa miskin MA (Madrasah Aliyah) Rp 760.000; unit cost siswa MA anak PNS Gol I,II dan tamtama TNI/Polri Rp 700.000, unit cost siswa MA daerah terpencil/tertinggal Rp 1.2 juta, unit cost untuk santri berprestasi Rp 3 juta dan unit cost untuk mahasiswa Indonesia di luar negeri Rp 15 juta.

Menag mengatakan, pada tahun 2009 sesuai dengan peningkatan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN, anggaran pendidikan yang dikelola Depag juga menagalami peningkatan menjadi Rp 23 trilyun."Anggaran tersebut juga meliputi belanja pegawai, guru dan dosen," jelasnya.

Dibandingkan tahun 2008, kata Maftuh, anggaran pendidikan di Depag jauh lebih kecil yaitu sebesar Rp 7,9 trilyun. Sedang pada tahun 2007 sebesar Rp 6,6 trilyun, tahun 2006 sebesar Rp 4,8 trilyun dan tahun 2004 hanya sebesar Rp 2 trilyun.

"Pada tahun 2009 ini, Depag akan merehab semua ruang kelas belajar yang rusak pada Madrasah Ibtidaiyah yang jumlahnya mencapai 24.650 ruang kelas dengan unit cost per ruangan Rp 92,5 juta," ungkap Maftuh.

Menag juga memaparkan, jumlah total lembaga pendidikan Islam mulai jenjang pendidikan anak usia dini hingga jenjang perguruan tinggi pada tahun 2008 mencapai 85.911 lembaga dengan total peserta didik 11.531.028 orang.

Adapun kontribusi terhadap Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan nasional mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008, APK MI/Salafiyah Ula mencapai 16 persen, APK Mts/ Salafiyah Wustha mencapai 23 persen dan APK MA mencapai 7,51 persen.

Dirjen Pendis Mohammad Ali. Menambahkan, beasiswa yang akan diterima para siswa tidak dalam bentuk buku atau barang, tapi dalam bentuk uang atau personal cost. (nam)


Terkait