Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau IKA-PMII berkumpul di aula gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta, Kamis (18/12), dalam acara refleksi akhir tahun bertajuk "NU dalam Konstalasi Politik Nasional”.
Sejumlah pentolan mantan aktivis PMII yang aktif sebagai pengurus NU, fungsionaris beberapa partai politik dan anggota DPR, akademisi dan aktivis LSM hadir antara lain Ahmad Bagdja, Musthofa Zuhad Mughni, Arif Mudatsir Mandan, Enceng Shobirin, Chozin Chumaidi, Soewadi DP, Abdul Mun’im DZ, Imdadur Rahmat, Saiful Bahri Anshori, Ali Masykur Moesa, Andi Muarli dan Arfin Hakim Thoha.<>
Perkumpulan para mantan aktivis organisasi kemahasiswaan berbasis NU itu sebelumnya bernama Forum Komunikasi dan Silaturrahim Keluarga Alumni (Foksika) PMII. Perubahan Foksika Menjadi Ika dalam Musyawarah Nasional (Munas) IV Foksika yang berlangsung di Hotel Santika, pertengahan tahun lalu diharapkan menjadi semangat baru bagi alumni PMII untuk lebih kreatif.
Ketua Umum Pengurus Besar IKA-PMII Arif Mudatsir Mandan dalam sambutan sebelum acara refleksi mengatakan, potensi NU di berbagai bidang sangat besar dan perlu terus dikonsolidasikan. Di bidang politik potansi NU bisa menjadi kekuatan besar untuk memimpin bangsa Indonesia.
Ketua PBNU KH Ahmad Bagdja yang juga mantan Ketua Umum Foksika PMII berharap, para alumni PMII yang aktif dalam berbagai organisasi politik dan pemerintahan, atau lembaga profesi agar bisa menjalin komunikasi yang baik dengan NU sebagai induk organisasi PMII.
”Alumni PMII harus komunikatif dengan NU. Misalnnya para alumni yang menjadi anggota DPR atau DPRD harus berkomunikasi aktif dengan pengurus PBNU maupun PCNU. Banyak hal bisa dilakukan,” katanya. (nam)