Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengharapkan kontribusi yang lebih luas dari Indonesia dalam upaya meningkatkan saling pengertian antarumat beragama di dunia. Indonesia dinilai masih memiliki keberagaman pemikiran dan ide tentang pluralisme serta kebebasan beragama yang menjadi isu penting dewasa ini.
Demikian dinyatakan Utusan Khusus untuk Masyarakat Muslim Departemen Luar Negeri AS, Farah Anwar Pandith di Jakarta, Rabu (16/12). Menurut Farah, ide serta pemikiran dari para cendekiawan dan tokoh agama di Indonesia yang berangkat dari sejarah kerukunan yang panjang perlu dibawa ke tingkat yang lebih luas.<>
''Indonesia adalah contoh terbaik dalam membina kerukunan dalam keanekaragaman, dan kehidupan demokrasi. Sangat penting untuk mempromosikan ide dan pemikiran terkait hal-hal tersebut sebagai bagian mencari solusi bersama di antara umat beragama," ungkap Pandith di sela-sela kunjungannya.
Dalam pandangan Farah, bila ide-ide tadi bisa terus disuarakan ke tingkat lebih luas, akan berdampak positif bagi terwujudnya kehidupan yang lebih harmonis. Mantan direktur Inisiatif Kawasan Timur Tengah di Dewan Keamanan Nasional AS itu, menambahkan, dalam beberapa aspek, Indonesia telah memberikan kontribusi yang luar biasa.
"Masih banyak sumbangsih bisa diberikan oleh Indonesia di masa mendatang. Terutama mengenai adanya ide baru dan pemikiran positif yang dapat mengubah cara pandang generasi muda Muslim dan non-Muslim di seluruh dunia," ungkap Farah.
Setelah ditunjuk sebagai Duta Khusus untuk Dunia Muslim, Farah sudah berkeliling ke sejumlah negara, seperti Nigeria, Arab Saudi, Kuwait, Brazil, Filipina, dan Malaysia. Di setiap tempat yang dikunjungi, Pandith mengaku melihat masih ada semangat dari generasi muda untuk melakukan perubahan.
Karenanya, Farah mengaku optimistis tentang masa depan hubungan Muslim dan non-Muslim. (min)